JOIN GRUP WHATSAPP: Pusat Studi Islam

Kajian

Pinjaman kepada Allah yang Tak Pernah Merugi

Rezeki,

Allah Ta‘ala berfirman:

﴿مَنْ ذَا الَّذِي يُقْرِضُ اللَّهَ قَرْضًا حَسَنًا فَيُضَاعِفَهُ لَهُ أَضْعَافًا كَثِيرَةً ۚ وَاللَّهُ يَقْبِضُ وَيَبْسُطُ وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ﴾

“Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (qardhan hasanan), maka Allah akan melipatgandakannya dengan kelipatan yang banyak. Dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rezeki), dan kepada-Nya kamu dikembalikan.” (QS. Al-Baqarah: 245)

Ayat ini menggugah hati setiap mukmin tentang hakikat sedekah dan infak di jalan Allah.

BACA JUGA: Tentang Memberi Pinjaman

Yang dimaksud “memberi pinjaman kepada Allah” tentu bukan karena Allah membutuhkan. Allah Maha Kaya dan tidak berhajat kepada makhluk-Nya. Namun ini adalah bentuk pemuliaan bagi hamba. Sedekah yang dikeluarkan dengan ikhlas, dari harta halal, dan pada jalan yang diridhai Allah, dianggap sebagai “pinjaman” yang pasti akan dibalas berlipat ganda. Tidak ada risiko rugi di dalamnya.

Rasulullah ﷺ menegaskan makna ayat ini dalam banyak hadits. Di antaranya sabda beliau: *“Harta tidak akan berkurang karena sedekah.”* (HR. Muslim). Bahkan dalam hadits lain disebutkan bahwa Allah menerima sedekah dengan tangan dijaga-Nya, lalu mengembangkannya sebagaimana seseorang memelihara anak kudanya, hingga sedekah itu menjadi besar seperti gunung (HR. Bukhari dan Muslim).

Para ulama salaf sangat menekankan keutamaan ayat ini. Ibnu Katsir rahimahullah menjelaskan bahwa *qardhan hasanan* adalah infak yang disertai niat ikhlas, tanpa mengungkit-ungkit pemberian, dan tidak menyakiti hati penerima. Al-Hasan Al-Bashri رحمه الله berkata, “Wahai anak Adam, Allah memintamu harta, padahal Dia Maha Kaya, agar Dia memasukkanmu ke dalam surga.”

Ulama salaf juga mencontohkan pengamalan ayat ini dalam kehidupan nyata. Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu berlomba dalam sedekah karena yakin bahwa apa yang diberikan di jalan Allah akan kembali dalam bentuk yang lebih baik, baik di dunia maupun di akhirat.

BACA JUGA: Pinjaman yang Baik

Ayat ini menanamkan keyakinan kuat bahwa rezeki ada di tangan Allah. Dialah yang melapangkan dan menyempitkan. Sedekah bukan sebab kemiskinan, justru kunci keberkahan. Siapa yang berani “meminjamkan” hartanya kepada Allah dengan penuh iman, maka balasannya pasti, berlipat, dan tidak pernah mengecewakan. []

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam

Related posts
Kajian

Membaca dari Mushaf

Kajian

Talbis Iblis atas Ahli Ibadah dalam Perkara al-Qur-an

Kajian

Talbis Iblis dalam Perkara Membaca Al-Qur-an

Kajian

Larangan Membeli Barang yang Sudah Ditawar oleh Orang Lain