Syukur adalah ibadah hati, lisan, dan anggota badan. Ia bukan sekadar ucapan alhamdulillah, tetapi terwujud dalam ketaatan dan pengakuan atas nikmat Allah. Para ulama salaf menjelaskan bahwa syukur memiliki bentuk nyata dalam amalan harian seorang muslim.
Di antara penjelasan indah tentang syukur adalah perkataan Sufyan bin Uyainah rahimahullah. Beliau berkata:
مَنْ صَلَّى الصَّلَوَاتِ الْخَمْسَ فَقَدْ شَكَرَ اللَّهَ وَمَنْ دَعَا لِلْوَالِدَيْنِ فِيْ أَدْبَارِ الصَّلَوَاتِ الْخَمْسِ فَقَدْ شَكَرَ الْوَالِدَيْنِ
“Barangsiapa mengerjakan shalat lima waktu, sungguh dia telah bersyukur kepada Allah. Dan barangsiapa mendoakan kedua orang tuanya di akhir shalat lima waktu, sungguh dia telah bersyukur kepada kedua orang tuanya.” (Tafsir al-Baghowi, 3/509)
BACA JUGA: 3 Macam Nikmat dan Cara Mensyukurinya
Perkataan ini menunjukkan bahwa syukur kepada Allah diwujudkan dengan menjaga shalat lima waktu. Shalat adalah tiang agama dan ibadah paling agung setelah syahadat. Ketika seseorang menunaikannya dengan penuh kesungguhan, berarti ia mengakui nikmat iman, kesehatan, dan waktu yang Allah berikan.
Adapun syukur kepada orang tua, bentuknya bukan hanya berbuat baik ketika mereka masih hidup, tetapi juga dengan senantiasa mendoakan mereka setelah shalat. Doa seorang anak adalah bukti cinta dan bakti yang tidak terputus, bahkan ketika orang tua telah tiada.
BACA JUGA: Syukuri yang Kecil, Kunci Nikmat Besar
Maka, jika kita ingin termasuk hamba yang bersyukur, jagalah shalat lima waktu dan jangan lupa menyelipkan doa untuk kedua orang tua di setiap akhir shalat. Syukur bukan teori, melainkan amal yang terus hidup dalam keseharian kita. []
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam


