Muhammad bin Ali bin Abi Thalib, lebih dikenal dengan sebutan Muhammad bin al-Hanafiyyah, adalah putra dari Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu. Ia lahir dari istri Ali yang bernama Khaulah binti Ja‘far, seorang wanita dari kabilah Bani Hanifah, sehingga ia dijuluki “Ibnu al-Hanafiyyah.”
Tidak seperti saudara-saudaranya dari Fathimah binti Rasulullah ﷺ, ia bukan keturunan langsung Nabi, namun tetap memiliki kedudukan yang mulia sebagai putra dari Khalifah Rasyidin keempat.
Sejak kecil, Muhammad bin al-Hanafiyyah dikenal sebagai seorang yang cerdas, berilmu, dan pemberani. Ia turut serta dalam beberapa pertempuran pada masa kepemimpinan ayahnya, seperti Perang Shiffin.
BACA JUGA: Mutiara Nasihat Abdullah bin Amru bin Ash
Meskipun demikian, ia dikenal lebih berhati-hati dalam urusan politik setelah wafatnya Ali dan Hasan. Ketika terjadi fitnah besar dalam umat Islam, ia lebih memilih sikap tenang dan menjauhi keterlibatan langsung, sehingga banyak orang melihatnya sebagai figur yang bijak dan menenangkan.
Setelah wafatnya Husain bin Ali di Karbala, sebagian pengikut keluarga Ali (Syiah) sempat menganggap Muhammad bin al-Hanafiyyah sebagai imam mereka. Namun, ia menolak klaim itu dan lebih memilih mengarahkan umat pada persatuan. Ia juga dikenal sebagai ahli ibadah dan seorang yang wara’. Kepribadiannya yang tenang, teguh, dan berilmu membuatnya dihormati oleh ulama dan masyarakat pada masanya. Ia wafat sekitar tahun 81 H di Madinah.
قَالَ مُحَمَّدُ بْنُ الْحَنَفِيَّةِ : مَنْ كَرُمَتْ عَلَيْهِ نَفْسُهُ لَمْ يَكُنْ لِلدُّنْيَا عِنْدَهُ قَدْرُ.
Muhammad bin Hanafiyah berkata, “Barangsiapa yang berjiwa mulia, dunia tidak memiliki nilai di sisinya.” (11/77).
BACA JUGA: Mutiara Nasihat Sa’d bin Musayyab
قَالَ: إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ جَعَلَ الْجَنَّةَ ثَمَناً لِأَنْفُسِكُمْ فَلَا تَبِيعُوهَا بِغَيْرها.
Muhammad bin Hanafiyah berkata, “Sesungguhnya Allah menjadikan surga sebagai harga bagi jiwa-jiwa kalian, maka janganlah kalian menjual jiwa kalian untuk selain surga.” (11/77). []
Sumber: Ensklopedia Hikmah / Penulis: Ibnul Andil Bari El-“Afifi / Penerbit: Kuttab / Cetakan 1, 2021
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam


