Abdullah bin Amru bin Ash radhiyallahu ‘anhuma adalah putra dari sahabat terkenal, Amru bin Ash, panglima yang menaklukkan Mesir. Ia termasuk sahabat Nabi ﷺ yang masih muda namun sangat tekun dalam beribadah, belajar, dan menulis. Abdullah dikenal memiliki kecintaan luar biasa terhadap ilmu dan ibadah. Bahkan, ia sudah masuk Islam sebelum ayahnya. Ia juga dikenal sebagai sahabat yang rajin menulis hadits langsung dari Rasulullah ﷺ dengan izin beliau, sehingga memiliki catatan yang dikenal dengan Ash-Shahifah Ash-Shadiqah.
Selain sebagai ahli ibadah, Abdullah bin Amru dikenal sebagai orang yang zuhud dan sangat semangat dalam amal. Awalnya, ia ingin berpuasa setiap hari dan shalat malam tanpa henti, namun Rasulullah ﷺ menasihatinya agar beribadah dengan seimbang, misalnya dengan puasa Dawud (sehari puasa, sehari berbuka) dan tidak meninggalkan hak tubuh serta keluarga. Abdullah bin Amru termasuk sahabat yang banyak meriwayatkan hadits, lebih dari 700 hadits, dan wafat sekitar tahun 65 H di Mesir. Ia dikenang sebagai sosok sahabat yang alim, tekun beribadah, dan sangat menjaga ilmu.
BACA JUGA: Mutiara Nasihat dari Hudzaifah bin Yaman (Sahabat, Yaman, w. 36 H)
Berikut adalah beberapa nasihatnya:
وَعَنْ خَالِدِ بْنِ مَعْدَانَ عَنِ ابْنِ عُمَرَ قَالَ : أَرْوَاحُ الْمُؤْمِنِينَ فِي جَوْفِ طَيْرٍ خُضْرٍ كَالزَّرَازِيرِ يَتَعَارَفُوْنَ وَيُرْزَوقُوْنَ مِنْ ثَمَرِ الجنَّةِ.
85. Dari Khalid bin Ma’dan dari Ibnu Amru berkata, “Ruh-ruh orang mukmin berada di dalam perut burung hijau seperti burung-burung Tiung. Mereka saling mengenal dan diberi rezeki berupa buah surga.” (1/658).
وَعَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي مُلَيْكَةً عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو قَالَ : لَوْ تَعْلَمُوْنَ حَقَّ الْعِلْمِ لَسَجَدْتُمْ حَتَّى تَنْقَصِفَ ظُهُورُكُمْ وَلَصَرَخْتُمْ حَتَّى تَنْقَطِعَ أَصْوَاتُكُمْ فَابْكُوْا فَإِنْ لَمْ تَجِدُوا الْبُكَاءَ فَتَبَاكَوْا.
86. Dari Abdullah bin Abu Mulaikah dari Abdullah bin Amru berkata, “Seandainya kalian mengetahui dengan ilmu yang sebenar-benarnya, niscaya kalian akan bersujud hingga punggung-punggung kalian membengkok, dan sungguh kalian akan berteriak-teriak hingga suara kalian habis. Maka menangislah, bila kalian tidak mampu menangis maka pura-puralah menangis.” (1/658).
BACA JUGA: Mutiara Nasihat Abu Dzar (Sahabat, Mekah, w.32 H)
وَعَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ هُبَيْرَةَ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِي قَالَ : لَأَنْ أَدْمَعَ دَمْعَةً مِنْ خَشْيَةِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ أَحَبُّ إِلَيَّ مِنْ أَنْ أَتَصَدَّقَ بِأَلْفِ دِينَارٍ.
87. Dari Abdullah bin Hubairah, dari Abdullah bin Amru bin Ash berkata, “Sungguh, menitikkan air mata karena takut kepada Allah lebih aku cintai daripada bersedekah seribu dinar.” (1/658). []
Sumber: Ensklopedia Hikmah / Penulis: Ibnul Andil Bari El-“Afifi / Penerbit: Kuttab / Cetakan 1, 2021
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam


