JOIN GRUP WHATSAPP: Pusat Studi Islam

Nasihat Ulama

Pentingnya Mencintai Allah

Saya merenungi firman Allah” “Allah mencintai mereka dan mereka pun mencintai Allah/” (al-Ma’idah [5]: 54) Saat jiwa saya segan menyatakan cinta kepada Sang Khaliq, sedihlah ia dan berkata, “Cinta kepada-Nya adalah dengan taat kepada-Nya. Saya kembali merenung. Barulah tahu, bahwa alangkah bodohnya saya karena dikalahkan indra saya sendiri.”

Sesungguhnya, cinta yang indrawi takkan pernah lepas dari hal-hal yang bersifat pribadi. Sedangkan, kecintaan yang didasarkan atas ilmu dan amal akan mampu menyibak makna sesuatu hingga seseorang mencintai hal tersebut.

Kita melihat banyak orang yang mencintai Abu Bakar. Banyak pula yang mencintai Ali bin Abi Thalib. Sebagian yang lainnya sangat fanatik kepada Imam Ahmad dan Imam Abu al-Hasan al-Asy’ari, hingga mereka bertikai dan mengorbankan jiwa raga untuk itu.

BACA JUGA:  Setan Menggoda Manusia untuk Meninggalkan Kebaikan

Mereka tidaklah melihat sosok orang-orang yang besar itu. Namun, tatkala mengetahui sesuatu yang maknawi di dalam kepribadian dan kedalaman ilmu para tokoh itu, muncullah rasa cinta yang begitu besar. Itu karena mereka melihat sesuatu dengan mata hatinya. Lantas, bagaimana kemudian seseorang tidak akan mencintai Yang menciptakan mereka? Bagaimana mungkin saya tidak mencintai Dzat yang melimpahkan kelezatan-kelezatan indrawi dan mengantarkan saya pada kenikmatan ilmu?

Sesungguhnya, cinta yang bersifat indrawi takkan pernah lepas dari hal-hal yang bersifat pribadi.

Sedangkan, kecintaan yang didasarkan atas ilmu dan amal akan mampu menyibak makna se-suatu hingga seseorang mencintai hal tersebut.

Kenikmatan ilmu adalah karunia yang paling bermakna bagi saya daripada kenikmatan ragawi yang terasa.

Dia-lah yang menciptakan sarana agar saya sampai pada pengetahuan sehingga kini mengerti banyak hal. Seluruh yang saya cintai berasal dari-Nya, karena-Nya, dan dengan-Nya, baik yang indrawi maupun yang maknawi. Seluruh jalan kemudahan mencapai ilmu pengetahuan adalah pemberian-Nya. Semua pencapaian saya pada ilmu terasa jauh lebih nikmat daripada apapun yang bersifat indrawi. Andai saja bukan karena ajaran-ajar-an-Nya, mungkin saja saya tak akan tahu dan mengerti apa-apa.

Bagaimana mungkin saya tidak mencintai Dzat yang menggenggam segala urusan dengan kuasa-Nya dan adalah tempat saya kembali kelak? Segala sesuatu yang indah dan disenangi, Dia-lah Penciptanya. Dia-lah yang menghi-asi dan memolesnya, hingga jiwa-jiwa tertarik dan condong padanya. Dzat Yang Mahakuasa tentulah lebih baik daripada apa yang Dia kuasai. Wujud-Nya yang sangat ajaib dan menakjubkan jauh lebih sempurna daripada apapun yang Dia ciptakan. Makna ilmu pengetahuan jauh lebih indah daripada apa yang tampak mata ini.

BACA JUGA: Berbahagialah Orang yang Berilmu dan Mengamalkannya

Jika kita menikmati suatu ukiran yang sangat menakjubkan, tentunya kita akan sangat kagum kepada ahli ukir-nya. Itulah yang seringkali mengangkat pikiran-pikiran yang bersih jika tidak terbelenggu hal-hal yang sangat indrawi, untuk berusaha menembus apa yang ada di balik segala yang bersifat indrawi itu. Saat terlihat kebesaran karya Sang Pencipta dalam karya ciptaan-Nya, maka bangkitlah rasa cinta diri ini kepada-Nya.

Jika cinta itu berkobar-kobar, sang empunya cinta akan selalu rindu berjum-pa dengan-Nya. Jika seseorang mulai cenderung melihat Sang Khaliq dengan mata kewibawaan, akan muncul dalam hatinya rasa takut. Namun, ketika ia cen-derung melihatnya bahwa Sang Khaliq Mahadermawan, ia akan selalu mengha rap. Difirmankan Allah 54, Setiap orang telah mengetahui tempat minumnya masing-masing (al-Baqarah [2]: 60). []

Sumber: Shaidul Khatir, Cara Manusia Cerdas Menang dalam Hidup, karya Imam Ibnu Al Jauzi, Penerbit Maghfirah Pustaka, Cetakan Juni 2022

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam

Related posts
Nasihat Ulama

Antara Buruk Sangka dan Hawa Nafsu: Dua Penyebab Terjerumus pada yang Haram

Nasihat Ulama

Bisa Jadi Kebaikan yang Sedikit Itu Justru Menyelamatkanmu

Nasihat Ulama

Pertolongan Allah

Nasihat Ulama

Mohonlah Pertolongan Allah dalam Menjauhi Maksiat dan Menjalankan Ketaatan