Shalat Subuh adalah salah satu shalat wajib yang memiliki waktu paling singkat dibandingkan shalat lainnya. Karena itu, memahami batas waktu shalat Subuh menjadi sangat penting agar ibadah yang dilakukan sah dan sesuai tuntunan syariat. Pertanyaannya, sampai kapan sebenarnya waktu shalat Subuh itu berlangsung?
Dalam Islam, setiap shalat wajib telah ditetapkan waktu-waktunya secara jelas. Penetapan ini bersumber dari Al-Qur’an dan hadis Nabi ﷺ. Diriwayatkan dari Jabir bin Abdullah ra., bahwa Malaikat Jibril datang kepada Rasulullah ﷺ dan mengajarkan waktu-waktu shalat. Beliau melaksanakan shalat Zhuhur ketika matahari tergelincir, Ashar saat bayangan benda sama panjangnya, Maghrib ketika matahari terbenam, Isya saat mega merah menghilang, dan Subuh ketika fajar mulai merekah (HR. Ahmad, An-Nasa’i, dan At-Tirmidzi).
BACA JUGA: Hukum Shalat ketika Azan Masih Berkumandang
Al-Qur’an menegaskan bahwa shalat adalah kewajiban yang telah ditentukan waktunya bagi orang-orang beriman. Allah ﷻ berfirman, “Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman.” (QS. An-Nisa’: 103). Ayat ini menjadi landasan kuat bahwa shalat tidak boleh dikerjakan di luar waktunya tanpa uzur syar’i.
Terkait batas waktu shalat Subuh, Ustaz Ahmad Sarwat, Lc., M.A., pengasuh Rumah Fiqih Indonesia, menjelaskan bahwa waktu shalat pada umumnya saling bersambung antara satu dengan yang lain. Namun, shalat Subuh memiliki kekhususan karena tidak langsung bersambung dengan waktu shalat setelahnya.
Waktu shalat Subuh dimulai sejak terbitnya fajar shadiq hingga terbitnya matahari. Fajar dalam istilah syariat bukanlah matahari, melainkan cahaya putih yang menyebar di ufuk Timur sebelum matahari terbit. Perlu diketahui, fajar terbagi menjadi dua jenis, yaitu fajar kazib dan fajar shadiq.
BACA JUGA: Keistimewaan Shalat Shubuh
Fajar kazib adalah cahaya memanjang ke atas seperti ekor serigala, lalu menghilang kembali. Cahaya ini belum menandakan masuknya waktu Subuh. Adapun fajar shadiq adalah cahaya putih yang menyebar horizontal di ufuk Timur. Inilah tanda masuknya waktu shalat Subuh dan waktu dimulainya puasa.
Rasulullah ﷺ bersabda, “Waktu shalat Subuh adalah sejak terbitnya fajar shadiq hingga sebelum terbitnya matahari.” (HR. Muslim). Maka, ketika matahari terbit, berakhirlah waktu shalat Subuh. Memahami hal ini menjadi bekal penting agar ibadah Subuh kita tidak terlewat dan tetap bernilai sah di sisi Allah ﷻ. []
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam


