Dalam kehidupan, tidak semua orang selalu memiliki kecukupan harta. Ada kalanya seseorang harus meminjam uang untuk memenuhi kebutuhan yang mendesak. Islam tidak melarang utang, bahkan syariat memberikan ruang bagi orang yang membutuhkan untuk berutang. Namun, utang bukanlah perkara ringan. Karena itu, ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan agar utang tidak berubah menjadi sumber dosa dan penyesalan.
1. Berutang Hanya karena Kebutuhan
Utang hendaknya menjadi pilihan terakhir, bukan gaya hidup. Jangan mudah berutang hanya untuk memenuhi keinginan, membeli barang yang sebenarnya tidak diperlukan, atau sekadar mengikuti tren. Rasulullah ﷺ sering berdoa agar dilindungi dari lilitan utang, karena utang dapat menjadi beban yang berat bagi seorang Muslim.
BACA JUGA: Rasulullah ﷺ Terangkan tentang Hutang
2. Berniat Kuat untuk Melunasi
Niat memiliki kedudukan yang sangat penting. Rasulullah ﷺ bersabda:
“Barang siapa mengambil harta manusia dengan niat ingin melunasinya, maka Allah akan membantunya melunasi. Dan barang siapa mengambilnya dengan niat merusaknya (tidak mengembalikan), maka Allah akan membinasakannya.” (HR. Al-Bukhari).
Karena itu, sejak awal tanamkan tekad yang sungguh-sungguh untuk mengembalikan hak orang lain.
3. Hindari Menunda Pembayaran
Apabila telah memiliki kemampuan, jangan menunda pelunasan utang. Rasulullah ﷺ bersabda:
“Menunda pembayaran utang oleh orang yang mampu adalah suatu kezaliman.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).
Menunda tanpa alasan yang dibenarkan berarti menyakiti pihak yang telah memberikan pinjaman.
4. Catat dan Buat Perjanjian yang Jelas
Al-Qur’an mengajarkan agar transaksi utang piutang dicatat. Allah Ta’ala berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 282 agar utang yang memiliki tempo dituliskan dengan jelas. Pencatatan bukan karena tidak saling percaya, melainkan untuk menjaga hak kedua belah pihak dan menghindari perselisihan di kemudian hari.
5. Hindari Unsur Riba
Seorang Muslim wajib memastikan bahwa utang yang dilakukan tidak mengandung riba. Tambahan yang disyaratkan sejak awal dalam akad pinjaman termasuk bentuk riba yang diharamkan. Jika memungkinkan, pilihlah pinjaman yang sesuai dengan prinsip-prinsip syariat.
6. Segera Lunasi Jika Memiliki Rezeki
Jangan menunggu hingga jatuh tempo jika Allah telah memberikan kelapangan rezeki. Menyegerakan pelunasan merupakan akhlak mulia dan bentuk penghormatan kepada orang yang telah membantu kita saat kesulitan.
BACA JUGA: Hukum Berhutang Disertai Barang Jaminan
7. Jangan Lupa Berdoa
Selain berikhtiar, seorang Muslim dianjurkan memperbanyak doa agar dimudahkan melunasi utangnya. Di antara doa yang diajarkan Rasulullah ﷺ adalah memohon perlindungan kepada Allah dari lilitan utang dan tekanan manusia.
Utang memang diperbolehkan dalam Islam, tetapi ia membawa tanggung jawab besar. Bahkan, Rasulullah ﷺ mengingatkan bahwa ruh seorang mukmin masih bergantung dengan utangnya hingga utang tersebut dilunasi.
Oleh sebab itu, berhati-hatilah sebelum memutuskan berutang. Jika memang harus berutang, lakukan dengan niat yang benar, akad yang jelas, tanpa riba, serta berusaha sekuat tenaga untuk segera melunasinya. Dengan demikian, utang dapat menjadi jalan keluar dari kesulitan, bukan pintu menuju kesempitan di dunia maupun di akhirat. []
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam


