JOIN GRUP WHATSAPP: Pusat Studi Islam

Yaumul Hisab

Kapan Orang-orang Mukmin Saling Diqisas Satu Sama Lain?

Orang-orang mukmin saling diqisas satu sama lain setelah mereka melintasi shirath, setelah melintasi jembatan yang terbentang antara surga dan neraka, setelah itu mereka saling diqisas satu sama lain saat mereka berada di atas jembatan, karena di sanalah mereka dibersihkan, setelah itu mereka masuk surga dengan izin Rabb.

Diriwayatkan dari Abu Sa’id al-Khudri dari Rasulullah, beliau bersabda:

إِذَا خَلَصَ الْمُؤْمِنُونَ مِنَ النَّارِ حُبِسُوا بِقَنْطَرَةٍ بَيْنَ الْجَنَّةِ وَالنَّارِ، فَيَتَقَاصُّونَ مَظَالَمَ كَانَتْ بَيْنَهُمْ فِي الدُّنْيَا حَتَّى إِذَا نُقُوا وَهُذَّبُوا أُذِنَ هُمْ بِدُخُولِ الْجَنَّةِ، فَوَالَّذِي نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ لَأَحَدُهُمْ بِمَسْكَنِهِ فِي الْجَنَّةِ أَدَلُّ بِمَنْزِلِهِ كَانَ فِي الدُّنْيَا

“Ketika orang-orang mukmin dientas dari neraka, mereka tertahan di jembatan yang ada di antara surga dan neraka, mereka saling menyelesaikan kezhaliman-kezhaliman yang terjadi di antara mereka di dunia, setelah mereka dibersihkan, mereka diizinkan masuk surga. Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, sungguh seseorang dari mereka lebih tahu tempat tinggalnya di surga melebihi tempat tinggalnya di dunia.” (Al-Bukhari, Fathul Bari 5/96)

BACA JUGA: Apa Itu Syafa’at dan Pembagiannya?

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah menjelaskan dalam kitab Al-Aqidah al-Wasithiyah saat membahas shirath dan jembatan;

Setelah mereka melintasinya, mereka diberhentikan di atas jembatan yang ada di antara surga dan neraka.

Syaikh Ibnu Utsaimin menjelaskan qintharah artinya jisr yaitu jembatan kecil. Pada dasarnya kata jisr artinya tempat aliran air pada sungai dan semacamnya.

Ulama berbeda pendapat tentang jembatan ini, apakah ujung jembatan yang ada di atas neraka jahanam, ataukah jembatan tersendiri?

BACA JUGA: Akibat Dzolim pada Orang Lain

Sabda: “Kemudian mereka saling diqisas satu sama lain”, qisas di sini bukan qisas pertama yang ada di pelataran kiamat, karena qisas ini bersifat khusus dengan tujuan untuk membersihkan orang-orang mukmin dari sifat dengki, iri dan marah yang ada di hati.

Qisas ini sama seperti pembersihan, mengingat isi hati tidak bisa dilenyapkan dengan qisas semata. Jembatan yang ada di antara surga dan neraka ini dimaksudkan untuk membersihkan sifat-sifat buruk yang ada di hati hingga mereka masuk surga tanpa ada sedikit pun kedengkian di hati. []

Sumber: Ar-Riyad an-Naadirah fii Shahiih ad-Daaril Akhirah (Prahara Padang Mahsyar – Ulasan Mendalam tentang Peristiwa Pengumpulan Manusia di Padang Mahsyar, Huru-Hara Kiamat, Hisab, Mizan, Telaga, Shirath, Syafaat, & Fatwa-Fatwa tentang Akhirat / Penulis: Dr. Ahmad Musthafa Mutawalli / Penerbit: Pustaka Dhiya’ul Ilmi /Cetakan Pertama: Rabiul Awwal 1439 H/Nopember 2017 M

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam

Related posts
Yaumul Hisab

Kenapa Hewan Saling Diqisas Satu Sama Lain Padahal Bukan Mukallaf?

Yaumul Hisab

Ketika Anak Meninggal, Ada Kabar Gembira bagi Orang Tuanya

Yaumul Hisab

Saat Amal Telah Ditutup

Yaumul Hisab

Lima Pertanyaan Besar di Hari Kiamat yang Tak Bisa Dihindari