JOIN GRUP WHATSAPP: Pusat Studi Islam

Tanya Jawab

Hukum Mengolok-olok Allah atau Rasul-Nya atau Sunnah Beliau

Berkeyakinan Sial

Pertanyaan. Apakah hukum mengolok-olok kepada Allah atau Rasul Nya atau sunnah beliau?

Jawaban: Mengolok-olok kepada Allah atau Rasul-Nya dan sunnah nya beliau adalah kafir dan murtad -keluar dari lalam-, berdasarkan firman Allah

وَلَئِن سَأَلْتَهُمْ لَيَقُولُنَّ إِنَّمَا كُنَّا نَخُوضُ وَنَلْعَبُ قُلْ أَبِاللَّهِ وَعَايَاتِهِ وَرَسُولِهِ كُنتُمْ تَسْتَهْرِبُونَ لا تَعْتَذِرُوا قَدْ كَفَرْتُم بَعْدَ إِيمَانِكُمْ.

“Dan jika kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan itu), tentulah mereka akan menjawab, “Sesungguhnya kami hanyalah bersenda gurau dan bermain-main saja. Katakanlahu “Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?” Tidak usah kamu minta maaf, karena kamu kafir sesudah beriman….” (QS. at-Taubah: 65-66)

BACA JUGA:  Hukum Bergurau dengan Pembicaraan yang didalamnya Ada Perkataan yang Mengolok-olok Allah, Rasul atau Agama

Setiap orang yang mengolok-olok Allah atau Rasul-Nya atau kepada agama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam maka ia telah kafir dan murtad Wajib baginya untuk bertaubat kepada Allah, karena Dia akan menerima taubatnya berdasarkan firman Allah tentang orang-orang yang mengolok olok:

لَا تَعْتَذِرُوا قَدْ كَفَرْتُم بَعْدَ إِيمَانِكُمْ إِن نَّعْفُ عَن طَائِفَةٍ مِّنكُمْ نُعَذِّبْ طَائِفَةٌ بِأَنَّهُمْ كَانُوا مُجْرِمِينَ

“Tidak usah kamu minta maaf, karena kamu kafir sesudah beriman. Jika Kami memaafkan segolongan kamu (lantaran mereka taubat), niscaya Kami akan mengadzab golongan (yang lain) disebabkan mereka. adalah orang-orang yang selalu berbuat dosa.” (QS. at-Taubah: 66)

BACA JUGA:  Bagaimana Allah Menyiksa Orang yang Berbuat Makslat, Padahal Dia Telah Menaqdirkannya kepada Manusia?

Allah telah menjelaskan untuk menerima taubat segolongan dari mereka , tidaklah hal itu terjadi kecuali dengan taubat kepada Allah dari kekafiran mereka yaitu mengolok-olok Allah, Rasul-Nya, dan ayat-ayat-Nya.

(Majmuu’ Fataawaa asy-Syaikh 2/155-156) []

Sumber: Al-Fatawa Al-Muhimmah (Fatwa-fatwa Penting dalam Sehari-hari jilid 1) / Penulis: Syaikh Muhammad Shalih Al-Utsaimin / Penerbit: Pustaka as-Sunnah / Cetakan 2, Maret 2012

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam

Related posts
Tanya Jawab

Apa yang Dilakukan Seseorang terhadap Keluarganya Jika Dia Memerintahkan untuk Shalat namun Mereka Tidak Mau Mendengarnya?

Tanya Jawab

Bagaimana Allah Menyiksa Orang yang Berbuat Makslat, Padahal Dia Telah Menaqdirkannya kepada Manusia?

Tanya Jawab

Hukum Bergurau dengan Pembicaraan yang didalamnya Ada Perkataan yang Mengolok-olok Allah, Rasul atau Agama

Tanya Jawab

Apakah Diterima Taubatnya Orang yang Mencela Allah Subhanahu wa Ta'la atau Mencela Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam?