Infak dan sedekah sering dianggap sama.
Keduanya memang sama-sama bentuk kebaikan dan ibadah yang sangat dianjurkan dalam Islam. Namun, terdapat perbedaan dalam cakupannya.
Infak secara umum berkaitan dengan mengeluarkan harta untuk suatu kebaikan yang dibenarkan syariat.
Allah Ta’ala berfirman:
وَمَا أَنْفَقْتُمْ مِنْ شَيْءٍ فَهُوَ يُخْلِفُهُ
“Apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya.” (QS. Saba’: 39)
BACA JUGA: 3 Jenis Sedekah selain Uang
Infak biasanya berupa harta.
Misalnya memberikan uang kepada fakir miskin, membantu pembangunan masjid, membiayai pendidikan, atau memberikan nafkah kepada keluarga.
Sementara sedekah memiliki cakupan yang lebih luas.
Sedekah tidak selalu berupa uang atau harta.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Setiap persendian manusia wajib bersedekah setiap hari.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Para sahabat bertanya tentang bentuknya.
Nabi ﷺ menjelaskan bahwa mendamaikan dua orang, membantu seseorang menaiki kendaraannya, berkata yang baik, bahkan menyingkirkan gangguan dari jalan, semuanya termasuk sedekah.
Maka, tersenyum kepada saudara Muslim pun dapat menjadi sedekah.
Membantu orang yang kesulitan juga sedekah.
BACA JUGA: Orang yang Berinfak akan Mendapatkan Gantinya
Mengajarkan ilmu yang bermanfaat pun termasuk sedekah.
Jadi, sederhananya, infak lebih khusus pada pengeluaran harta, sedangkan sedekah lebih luas, mencakup harta maupun berbagai bentuk kebaikan.
Jangan merasa terlalu miskin untuk bersedekah.
Jika belum mampu memberikan uang, masih banyak pintu kebaikan yang terbuka.
Sebab di sisi Allah, kebaikan sekecil apa pun tidak akan sia-sia. []
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam


