Allah Ta’ala berfirman:
وَاِذَا بَلَغَ الْاَطْفَالُ مِنْكُمُ الْحُلُمَ فَلْيَسْتَأْذِنُوْا كَمَا اسْتَأْذَنَ الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِهِمْۗ كَذٰلِكَ يُبَيِّنُ اللّٰهُ لَكُمْ اٰيٰتِهٖۗ وَاللّٰهُ عَلِيْمٌ حَكِيْمٌ
“Dan apabila anak-anakmu telah sampai umur dewasa, maka hendaklah mereka (juga) meminta izin, seperti orang-orang yang lebih dewasa meminta izin. Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayat-Nya kepadamu. Allah Maha Mengetahui, Mahabijaksana.” (QS. An-Nur: 59)
Ayat di atas, mengabarkan pada kita bagaimana islam sangat memperhatikan dasar pendidikan anak. Dengan tegas, ayat ini mengajarkan etika meminta izin.
Ada tiga waktu yang harus anak ketahui. Tiga waktu dimana anak harus meminta izin saat memiliki kepentingan terhadap orangtuanya.
Pertama adalah waktu sebelum shalat fajar. Pada waktu ini bisa jadi masih dalam kondisi tertidur.
Kedua adalah waktu siang. Pada waktu ini biasanya digunakan untuk istirahat sejenak. Bisa jadi saat beristirahat ini, dalam kondisi menanggalkan pakaian luar.
Ketiga adalah setelah shalat isya. Waktu ini adalah waktu untuk istirahat dan tidur.
Biasakan anak sejak dini untuk memahami pentingnya meminta izin terutama di tiga waktu tersebut. Menjaga adab dalam meminta izin, akan menghindarkan anak dari melihat sesuatu yang tidak seharusnya terlihat dari ruang pribadi orangtuanya.
Adab meminta izin juga akan melahirkan rasa hormat dan menjaga kehormatan orangtua juga mengajarkan anak rasa malu yang terpuji. []
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam


