Ada ayat Al-Quran yang memaparkan tiga target besar Ramadan.
1. Menjadi pribadi yang bertakwa
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ
“Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”
Dalam Al-Baqarah ayat 183, Allah memerintahkan kepada kita untuk berpuasa agar kita menjadi orang yang bertakwa.
Oleh sebab itu, pada Ramadan ini, kita harus menjadi pribadi yang senantiasa taat kepada Allah dengan menjalani apa yang Allah perintahkan dan menjauhi larangannya.
Dari puasa ini, kita diajarkan untuk menahan diri dari sesuatu yang membatalkan puasa kita.
2. Menjadi seseorang yang lebih bersyukur
شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِيْٓ اُنْزِلَ فِيْهِ الْقُرْاٰنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنٰتٍ مِّنَ الْهُدٰى وَالْفُرْقَانِۚ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ ۗ وَمَنْ كَانَ مَرِيْضًا اَوْ عَلٰى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ اَيَّامٍ اُخَرَ ۗ يُرِيْدُ اللّٰهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيْدُ بِكُمُ الْعُسْرَ ۖ وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللّٰهَ عَلٰى مَا هَدٰىكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ
“Bulan Ramadan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang benar dan yang batil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu ada di bulan itu, maka berpuasalah. Dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (dia tidak berpuasa), maka (wajib menggantinya), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, agar kamu bersyukur.”
Pada ayat 185 juga ada perintah untuk berpuasa. Namun, Allah dalam ayat ini juga memberi keringanan bagi yang tidak bisa berpuasa dengan alasan tertentu, seperti sakit atau sedang dalam perjalanan.
Namun, wajib bagi yang tidak berpuasa untuk menggantinya pada hari lain.
Dari ayat ini, kita diingatkan untuk jadi pribadi lebih banyak bersyukur. Sebab, betapa banyak nikmat yang Allah berikan kepada kita, seperti nikmat Islam, damai, merdeka, bisa ibadah dengan tenang sehingga bisa berpuasa dengan lancar.
Kita bisa melihat bagaimana saudara kita di Palestina sulit beribadah dengan tenang dan bahaya selalu mengintai mereka.
Oleh sebab itu, kita harus merenungi nikmat yang Allah berikan kepada kita dan banyak bersyukur.
Bersyukur tidak semata-mata mengucap syukur, tapi mengimplementasikan dalam bentuk yang nyata.
Kita harus memanfaatkan seluruh pancaindra untuk melakukan segala macam kebaikan.
3. Bisa istiqamah dalam kebaikan
وَاِذَا سَاَلَكَ عِبَادِيْ عَنِّيْ فَاِنِّيْ قَرِيْبٌ ۗ اُجِيْبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ اِذَا دَعَانِۙ فَلْيَسْتَجِيْبُوْا لِيْ وَلْيُؤْمِنُوْا بِيْ لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُوْنَ
“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku Kabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku. Hendaklah mereka itu memenuhi (perintah)-Ku dan beriman kepada-Ku, agar mereka memperoleh kebenaran.”
Terakhir, ayat yang bisa kita renungi adalah ayat 186. Dalam ayat ini, dijelaskan bahwa Allah itu dekat. Oleh sebab itu, apabila kita berdoa, maka pasti akan dikabulkan.
Sejatinya, orang beriman itu harus segera menyambut perintah Allah, termasuk dalam hal perintah puasa ini.
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam


