Saudaraku,, sesungguhnya amal itu bukan di dunia, tapi di akhirat. Dunia ini tempat manusia diuji, siapa yang baik dan siapa yang buruk.
Mungkin ada yang membayangkan kenapa sudah banyak ibadah tapi tetap miskin. Sementara, mereka yang tidak dekat dengan Allah, tapi hidupnya senang.
Kalau logika ini yang diterapkan, maka orang yang paling kaya di dunia ini adalah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.
BACA JUGA: 7 Amalan yang Pahalanya Terus Mengalir
Saudaraku,
Karena Rasulullah manusia yang paling banyak dan paling bagus ibadahnya di banding siapa pun di muka bumi ini.
Nyatanya, Rasulullah tidak kaya. Bahkan hingga wafat pun, rumah beliau sangat kecil. Hanya seukuran rumah petakan saat ini.
Saudaraku,
Jadi, ibadah dan kesolehan tidak berhubungan sebab akibat dengan kekayaan di dunia. Dunia ini bukan tempat untuk mendapat balasan.
Pernahkah terpikir oleh kita kenapa para Nabi yang mulia tidak dilahirkan di Swiss. Tidak di bumi yang bergelimang keindahan dan kenyamanan. Padahal, mereka orang yang paling dicintai Allah.
Saudaraku,
Para Nabi alaihimus sholaatu wassalam justru lahir dan mengembang amanah dakwah di tempat yang tandus, gersang, dan susah air.
Sepanjang hidup mereka bergelut dengan penderitaan, kesusahan, ancaman, pengusiran, bahkan pembunuhan. Begitu pun para sahabat dan pengikut mereka yang mulia.
Sementara lawan mereka, para durjana dan pembangkang Allah, justru hidup dalam gelimang harta dan kemewahan. Semakin banyak hartanya, semakin besar pembangkangannya kepada Allah.
BACA JUGA: Saudaraku, Dunia adalah Ladang untuk Akhirat
Saudaraku,
Inilah kenyataan yang mungkin perlu sekali kita renungkan. Bahwa, jangan membayangkan kalau balasan ibadah dan kesolehan langsung kontan di dunia ini juga.
Saudaraku,
Dunia ini di sisi Allah tidak senilai dengan sayap lalat. Kalau senilai dengan sayap lalat, tak seorang pun orang kafir yang bisa menikmati dunia meskipun setetes air.
Berkali-kali Allah firmankan dalam Al-Qur’an bahwa akhirat itu jauh lebih baik dan lebih kekal. Wal aakhiratu khairun wa abqa. []
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam


