JOIN GRUP WHATSAPP: Pusat Studi Islam

Uncategorized

Nasihat Umar bin Abdul Aziz

Madinah

Sekali waktu Khalifah Umar bin Abdul Aziz naik ke atas mimbar seraya berkata:

“Wahai sekalian manusia! Perbaikilah batinmu maka akan membaik pula zahirmu. Bekerjalah untuk akhiratmu maka akan tercukupi duniamu.”

Nasihat singkat padat penuh makna bagi mereka yang mau merenungkannya.

Umar bin Abdul Aziz bukan lah khalifah biasa, beliau ditempa sejak kecil menjadi sosok yang paham agama, bahkan disebutkan bahwa ulama di hadapan beliau layaknya seorang pelajar.

Kata-katanya penuh makna mendalam, dan kali ini ingin sekali saya membahas nasihat beliau tersebut.

BACA JUGA: Umar bin Abdul Aziz dan Seorang Anak Kecil

Ketika Umar bin Abdul Azis menganjurkan agar memperbaiki batin, sesungguhnya beliau mengingatkan kita betapa yang Allah pandang adalah hati kita. Sebagaimana sebuah hadis sahih menyebutkan, “Sesungguhnya Allah tidak melihat rupa kamu akan tetapi melihat hatimu”.

Setiap niat yang baik bila bersumber dari hati yang ikhlas akan memunculkan gambaran kebaikan di dalam segala bentuk sikap dan perbuatan. Hati yang jujur, apa adanya, bukan ada apa-apanya, akan menampilkan sikap yang jujur pula, jauh dari kepura-puraan dan kemunafikan. Hati yang baik akan selalu menolong sesama bukan mencelakakannya.

Hati yang lembut akan membawa keindahan sikap di hadapan manusia. Di dalam sebuah hadis sahih diriwayatkan bahwa baginda Nabi Muhammad Saw bersabda,” Tidaklah kelembutan pada sesuatu kecuali akan membuatnya lebih indah, dan tidak lah kekerasan itu bila diletakkan pada sesuatu kecuali akan menghancurkannya”.

Semua berasal dari dalam hati dan jiwamu, maka perbaikilah hal itu terlebih dahulu.

Lalu Umar bin Abdul Aziz pun berpesan kepada umat agar bekerja untuk akhirat, maka akan dicukupkan kebutuhan dunia nya. Apakah nasehat ini menganjurkan kita agar bekerja di bidang urusan akhirat saja? Atau bahkan kebih ekstrim lagi agar kita meninggalkan pekerjaan duniawi kita seraya berharap dengan ibadah maka terpenuhi segala kebutuhan hidup?

BACA JUGA:  Umar bin Abdul Aziz saat Menerima Tamu

Ternyata nasihat yang kedua tak dapat dipisahkan dari yang pertama. Ketika bekerja merupakan bentuk ibadah, maka bekerjalah atas nama akhirat.

Selayaknya sebuah ibadah, maka bekerja untuk akhirat adalah pekerjaan sehari-hari yang dimulai dengan niat karena Allah. Mengerjakan sesuatu yang merupakan bidang keahliannya, karena di dalam sebuah hadis disebutkan apabila suatu pekerjaan diberikan kepada yang bukan ahkinya, maka tunggu lah (kerusakannya). []

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam

Related posts
Uncategorized

Orang-Orang yang Masuk Surga tanpa Hisab

Uncategorized

Larangan Dengki

Uncategorized

Tangis di Abwa

Uncategorized

Mengabaikan Ucapan Buruk Orang Lain kepadamu

Leave a Reply