Pertanyaan: Apakah neraka itu kekal ataukah fanaa?
Jawaban: Sangat jelas sekali bahwasanya neraka itu kekal dan hampir tidak diketahui dari kalangan salaf selain perkataan ini. Oleh karena itu para ulama telah menjadikannya termasuk akidah mereka bahwa beriman dan berkeyakinan bahwasanya neraka itu kekal selama-lamanya.
Dan perkara ini tidak ada keraguan di dalamnya, karena Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menyebutkan kekekalan neraka di tiga tempat dalam al-Qur’an.
Yang pertama dalam surat an-Nisaa Allah berfirman:
إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا وَظَلَمُوا لَمْ يَكُنِ اللَّهُ لِيَغْفِرَ لَهُمْ وَلَا لِيَهْدِيَهُمْ طَرِيقًا (١٦٨) إلا طريق جهنم خالدين فيهَا أَبَدًا وَكَانَ ذَلِكَ عَلَى اللَّهِ يَسِيرًا (١٦٩)
“Sesungguhnya orang-orang yang kafir dan melakukan kezhaliman, Allah sekali-kali tidak akan mengampuni (dosa) mereka dan tidak (pula) akan menunjukkan jalan kepada mereka, kecuali jalan ke neraka Jahannam, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya.” (QS. an-Nisaa: 168-169)
BACA JUGA: Siksa Kubur Itu Apakah Benar-benar Ada?
Yang kedua dalam surat al-Ahzab Allah berfirman:
إنَّ اللهَ لَعَنَ الكافرين وأَعَدَّ لَهُمْ سَعِيراً (٦٤) خالدين فيها أَبَدًا لا يحدون وليا ولا نصيرًا (٦٥)
“Sesungguhnya Allah melaknati orang-orang kafir dan menyediakan bagi mereka api yang menyala-nyala (neraka), mereka kekal di dalamnya selama-lamanya,” (QS. al-Ahzab: 64-65)
Yang ketiga dalam surat al-Jin Allah berfirman:
وَمَن بَعْضَ الله وَرَسُولَهُ فَإِنَّ لَهُ نَارَ جهنم خالدين فيها أَبَدًا (۲۳)
“Dan baranguapa yang mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sesungguhnya baginyalah neraka Jahannam, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya.” (QS. al-Jin: 23)
Seandainya Allah menyebutkan kekekalan neraka itu di sahi tempat saja, sungguh telah mencukupi. Maka bagaimana jika Allah menyebutkannya dalam tiga tempat? Anehnya ada sekelompok kecil dan kalangan para ulama yang berpendapat bahwa neraka itu tidak kekal.
Alasannya karena menyelisihi ketetapan dari Kitab dan Sunnah Karena alasannya ini mereka mentahrif al Qur’an dan as-Sunnah. Sehingga mereka berkata sesungguhnya kekekalan di neraka itu selama neraka itu ada. Maka bagaimana ini?
Jika mereka kekal di dalam neraka selamanya, menghanakan neraka itu kekal Mereka berada di dalamnya, dan jika manusia kekal maka seharusnya dia berada di tempat yang kekal. Seandainya tempat kekekalan itu bancur maka tidak bisa dikatakan kekal.
BACA JUGA: Apakah Imam Mahdi Itu Benar-benar Nyata Adanya?
Ayat tentang hal itu sangat jelas. Maka alasan yang beku dan menyelisihi nash tertolak atas orang yang berpendapat seperti itu Penyelisihan dari sekelompok kecil dari kalangan para ulama initidak dianggap karena menyelisihi nash yang jelas, dimana seorang mukmin wajib untuk mengimaninya.
Barangsiapa yang menyelisihinya karena syubhat yang ada pada dirinya maka terdapat udzur disisi Allah. Namun barangsiapa yang memperhatikan nash-nash al-Qur’an dan as-Sunnah maka akan mengetahui bahwasanya perkataan tentang kekekalan neraka itulah yang benar dimana tidak boleh berpaling darinya.
Dan hikmah mengharuskan hal itu karena sesungguhnya orang kafir ini akan habis umumya, padahal umurnya digunakan untuk menentang Allah, bermaksiat kepada-Nya, mendustakan Rasul-Nya, padahal telah datang kepadanya pemberi peringatan dan penjelasan kebenaran dan telah diserukan kepadanya kebenaran namun tetap dalam kekafiran dan kebatilan Maka bagaimana kita katakan bahwa adzab mereka tidak kekal padahal ayat dalam masalah ini jelas sekali
(Majmuu Fataawaa asy-Syaikh 2/60) []
Sumber: Al-Fatawa Al-Muhimmah (Fatwa-fatwa Penting dalam Sehari-hari jilid 1) / Penulis: Syaikh Muhammad Shalih Al-Utsaimin / Penerbit: Pustaka as-Sunnah / Cetakan 2, Maret 2012
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam


