JOIN GRUP WHATSAPP: Pusat Studi Islam

Uncategorized

Aku Adalah yang Terburuk di Antara Semua Hamba-Nya

Aku tersesat dalam kelalaian, sedangkan kematian menuju kearahku kian lama kian dekat.
Jika tidak mati hari ini, suatu hari kelak aku pasti mati.
Aku manjakan tubuhku dengan pakaian-pakaian halus dan mewah.
Padahal tubuhku akan membusuk dan hancur dialam kubur…

Aku bayangkan tubuhku berangsur-angsur akan hilang.
Sedikit demi sedikit berkurang hingga tinggallah kerangka, tanpa kulit dan daging.
Aku melihat umurku kian habis.
Namun keinginan-keinginanku belum juga terpuaskan…
Perjalanan panjang terbentang dihadapanku.

BACA JUGA: Aku Khawatir Ia Akan Mati sebab Tangisannya Itu

Sedangkan aku tidak memiliki bekal untuk menempuh jalan itu…
Aku mendurhakai Tuhanku dan melanggar perintah-perintah-Nya dengan terang-terangan…
Padahal Dia mengawasiku setiap saat.
Aku menuruti hatiku dalam perbuatan-perbuatan yang memalukan.

Apapun yang telah terjadi tak dapat dihapuskan…
Dan sang waktu, bila telah berlalu tidak dapat ditarik kembali…
Wahai, aku berdosa secara rahasia…
Tidak pernah orang lain mengetahui dosa-dosaku yang mengerikan…
Tapi esok, rahasia dosa-dosaku akan ditampakkan.
Dan diperlihatkan kepada Tuhanku.

Aku berdosa kepada-Nya…
Walaupun hati merasa takut.
Aku sangat mempercayai ampunan-Nya yang tak terbatas…
Aku berdosa dan tak tahan menanggung malu…
Tetapi aku bergantung kepada ampunan-Nya yang tak terbatas…

Siapa lagi selain Dia, yang akan mengampuni dosa-dosaku.
Sungguh, segala puji hanyalah bagi-Nya…
Seandainya tidak ada adzab setelah kematian.
Tiada janji akan Surga, tiada ancaman akan Neraka.
Kematian dan kebusukan cukuplah sebagai peringatan agar kita menjauhi kesia-siaan, namun akal kita bebal…

Kita tidak mengambil peringatan apapun.
Sekarang tiada harapan bagi kita lagi, kecuali yang maha pengampun mengampuni dosa-dosa kita…
Karena bila seorang hamba berbuat salah,
Tuannya saja yang dapat mengampuninya.
Tak diragukan lagi…

BACA JUGA:  Saat Kematian Datang

“AKU ADALAH YANG TERBURUK DIANTARA SEMUA HAMBA-NYA”
Aku telah mengkhianati perjanjianku dengan Tuhanku yang dibuat di keabadian…
Dan hamba bodoh yang janji-janjinya tak berarti…
Tuhanku, bagaimanakah nasibku kelak ketika api membakar tubuhku?
Api yang melelehkan batu yang paling keras.
Aku akan seorang diri ketika dibangkitkan dari kubur.
Wahai Engkau Yang Maha Esa…
Yang tiada sekutu terhadap keagungan-Mu.
Belas kasihanilah aku dalam kesendirianku,
Ketika aku ditinggalkan oleh segalanya…. []

📚 Raudh

SUMBER:  MAHAD TAHFIDZ ADZKIYAH

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam

Related posts
Uncategorized

Orang-Orang yang Masuk Surga tanpa Hisab

Uncategorized

Larangan Dengki

Uncategorized

Tangis di Abwa

Uncategorized

Mengabaikan Ucapan Buruk Orang Lain kepadamu

Leave a Reply