JOIN GRUP WHATSAPP: Pusat Studi Islam

Sirah

Abdurrahman bin Auf dan Harta Kekayaan

Suatu hari Abdurrahman bin Auf diberi makanan, padahal ia sedang berpuasa. Ia pun mengatakan, “Mush`ab bin Umair telah terbunuh, padahal dia lebih baik dariku. Akan tetapi ketika dia meninggal tidak ada kafan yang menutupinya selain burdah (apabila kain itu ditutupkan di kepala, kakinya menjadi terlihat dan apabila kakinya ditutup dengan kain itu, kepalanya menjadi terlihat). Demikian pula dengan Hamzah, dia juga terbunuh, padahal dia lebih baik dariku. Ketika meninggal, tidak ada kafan yang menutupinya selain burdah. Aku khawatir balasan kebaikan-kebaikanku diberikan di dunia ini,” kemudian dia menangis lalu meninggalkan makanan tersebut.

BACA JUGA: Mahar Abdurrahman bin Auf untuk Menikah

Di sisi lain, Naufal bin al-Hudzali berkata, “Abdurrahman bin Auf teman bergaul kami. Beliau adalah sebaik-baik teman. Suatu hari dia pulang ke rumahnya dan mandi. Setelah itu dia keluar, ia datang kepada kami dengan membawa wadah makanan berisi roti dan daging, dan kemudian dia menangis.

Kami bertanya, “Wahai Abu Muhammad (panggilan Abdurrahman bin Auf), apa yang menyebabkan kamu menangis?”

Ia menjawab, “Dahulu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam meninggal dunia dalam keadaan beliau dan keluarganya belum kenyang dengan roti syair. Aku tidak melihat kebaikan kita diakhirkan.”

BACA JUGA: Abdurrahman bin Auf, Sahabat Rasulullah paling Kaya

Pada zaman Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam Abdurrahman bin Auf pernah menyedekahkan separuh hartanya. Setelah itu ia bersedekah lagi sebanyak 40.000 dinar.

Kebanyakan harta bendanya ia peroleh dari hasil perdagangan. Abdurrahman bin Auf meninggal diusia 72 tahun dan dikubur di pemakaman baqi, saat itu Utsman bin Affan ikut menyalatkannya. []

 

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam

Related posts
Sirah

Keteladanan Kedermawanan Ummul Mukminin Aisyah Radhiyallahu’anha

Sirah

Pertanyaan-pertanyaan dalam Kepala Abu Bakar Ash-Shiddiq

Sirah

Abu Bakar Ash-Shiddiq Menantikan Kedatangan Nabi

Sirah

Khadijah Berpulang ke Rahmatullah

Leave a Reply