JOIN GRUP WHATSAPP: Pusat Studi Islam

Uncategorized

Ada Saat Tuk Bersembunyi

“Bersujud semua kepada Allah, apa yang di langit, di bumi, juga matahari, bulan, bintang, gunung-gunung, pohon-pohon, hewan-hewan yang melata dan banyak di antara manusia.” (al-Hajj:18).

Gerhana. Ada saatnya matahari dan bulan bersinar, namun ada saatnya ia bersembunyi dalam gelap. Terang dan gelapnya dalam ketundukan pada Rabb nya.

Ada saatnya amal kebaikan diterangkan, dan ada saatnya ia disembunyikan. Pun dalam kepatuhan pada Rabb nya.

Orang-orang sholeh dulu, mereka memiliki amal-amal yang tersembunyi dari mata manusia.

BACA JUGA: 2 Amalan Penghantar Masuk Surga

Berkata Imam Syafi’i, “Sudah sepatutnya bagi seorang alim memiliki amalan rahasia yang tersembunyi, hanya Allah dan dirinya saja yang tahu. Karena segala sesuatu yang ditampakkan di hadapan manusia akan sedikit sekali manfaatnya di akhirat kelak.” (Ta’thirul Anfas min Haditsil Ikhlas).

Satu di antara tujuh golongan eksklusif manusia yang mendapat naungan Allah di hari kiamat, adalah seseorang yang mengingat Allah di kala sendiri, hingga bercucuran air matanya.

… ورجلٌ ذَكَرَ اللَّه خالِياً فَفَاضَتْ فَفَاضَتْ

Seorang tabi’in, Ibrahim An Nakha’i mengatakan, “Kami tidak suka menampakkan amalan sholih yang harus disembunyikan”.

Sebagian salaf senang berhias agar tidak nampak lemas atau lesu saat puasa, menyisir rambut dan memakai minyak. Ibnu ‘Abbas mengatakan,

إِذَا كَانَ صَوْمُ أَحَدِكُمْ فَلْيُصْبِحْ دَهِينًا مُتَرَجِّلاً

“Jika salah seorang di antara kalian berpuasa, maka haruslah ia memakai minyak-minyakan dan menyisir rambutnya.” (HR. Bukhari).

Adalah Ayub As-Sikhtiyaniy (tabi’in). Ia ‘berlagak’ seolah-olah sedang pilek untuk menyembunyikan tangisannya karena Allah, namun ia ingin tinggal dalam tangisannya. Untuk menyembunyikan kebiasaan amalan bangun malam, ia sengaja mengeraskan suara saat Subuh tiba, seolah fikiran orang ia baru saja bangun. Betapa takutnya mereka akan munculnya ujub.

Saking cintanya pada sahabatnya, mereka saling mendoakan secara rahasia.

BACA JUGA: Sahabat, oleh Buya Hamka

“Tidaklah seorang hamba berdoa untuk saudaranya secara rahasia, melainkan ada malaikat yang akan berkata,“ Dan untukmu pula yang sepertinya”. (HR Muslim).

Demikianlah. Terang dan gelap senantiasa dalam ketaatan, kepatuhan, ketundukan, kecintaan, dan keikhlasan. Terang dan gelap untuk ‘izzah dan kekuatan Islam.

Matahari dan bulan. Terkadang ia terang, namun terkadang gelap. []

Sumber: Inspirasi Perjalanan | WhatsApp Group

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam

Related posts
Uncategorized

Orang-Orang yang Masuk Surga tanpa Hisab

Uncategorized

Larangan Dengki

Uncategorized

Tangis di Abwa

Uncategorized

Mengabaikan Ucapan Buruk Orang Lain kepadamu

Leave a Reply