JOIN GRUP WHATSAPP: Pusat Studi Islam

Ibadah

Adab Seorang Muslim Saat Mendengar Adzan

Adab Ketika Mendengar Adzan, Tata Cara Iqamah, Iqamah

Adzan adalah panggilan agung yang Allah syariatkan untuk menandai masuknya waktu shalat fardhu. Suara merdu seorang muadzin bukan hanya sekadar tanda waktu, tetapi juga seruan yang menggetarkan hati seorang mukmin agar segera menyambut panggilan Rabbnya. Rasulullah ﷺ bersabda: “Apabila tiba waktu shalat, maka hendaklah salah seorang dari kalian mengumandangkan adzan, dan hendaklah yang paling besar (suaranya) di antara kalian yang mengumandangkannya.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Para ulama menegaskan bahwa adzan adalah syiar Islam yang sangat agung. Imam Ibnul Qayyim rahimahullah berkata: “Adzan adalah syiar yang paling tampak dari Islam. Dengannya Islam berbeda dengan agama-agama lainnya.” Maka, ketika kita mendengar adzan, itu bukan sekadar panggilan biasa, tetapi undangan langsung dari Allah untuk mendirikan shalat, tanda kasih sayang-Nya agar kita tidak terlalaikan.

Adab Seorang Muslim Saat Mendengar Adzan

Ada beberapa adab yang hendaknya dijaga oleh seorang Muslim ketika mendengar kumandang adzan. Adab-adab ini bukan hanya formalitas, melainkan bentuk pengagungan terhadap syiar Allah dan bukti kecintaan seorang hamba kepada ibadah shalat.

1. Tidak Berbicara Saat Adzan

Ketika adzan dikumandangkan, seorang Muslim hendaknya menghentikan percakapan dan mendengarkannya dengan penuh perhatian. Sebab, adzan adalah dzikir yang agung, dan mendengarkan dzikir berarti mendekatkan diri kepada Allah. Imam Ibn Rajab al-Hanbali rahimahullah menjelaskan: “Adzan adalah panggilan menuju shalat, dan sepatutnya orang yang mendengar seruan itu menghentikan kesibukannya, lalu memperhatikan panggilan Rabb-nya.”

BACA JUGA:  Meraih Keutamaan Besar di Rumah Allah: Adzan, Shaf Pertama, dan Majelis Ilmu

2. Mengikuti Bacaan Muadzin

Disunnahkan bagi yang mendengar adzan untuk mengikuti bacaan muadzin, mengucapkan sebagaimana ia ucapkan, kecuali pada lafaz “Hayya ‘alash shalah” dan “Hayya ‘alal falah”. Pada dua lafaz ini, dijawab dengan ucapan “Laa haula wa laa quwwata illa billah” yang artinya: “Tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah.” Hal ini sebagaimana yang diriwayatkan dalam hadits shahih (HR. Bukhari dan Muslim).

Ulama salaf menegaskan, jawaban ini memiliki makna mendalam. Sufyan ats-Tsauri rahimahullah berkata: “Barangsiapa mengucapkan ‘Laa haula wa laa quwwata illa billah’ dengan yakin, maka ia telah berserah diri sepenuhnya kepada Allah dalam urusan agamanya.”

3. Membaca Doa Setelah Adzan

Setelah muadzin selesai, dianjurkan membaca doa:

اللَّهُمَّ رَبَّ هذِهِ الدَّعْوَةِ التَّامَّةِ وَالصَّلاَةِ القَائِمَةِ، آتِ مُحَمَّدًا الوَسِيلَةَ وَالفَضِيلَةَ، وَابْعَثْهُ مَقَامًا مَحْمُودًا الَّذِي وَعَدْتَهُ

Artinya: “Ya Allah, Tuhan seruan yang sempurna ini dan shalat yang akan didirikan, berikanlah kepada Muhammad al-Wasilah dan al-Fadhilah, serta bangkitkanlah beliau pada maqam yang terpuji sebagaimana Engkau telah janjikan.” (HR. Bukhari).

Rasulullah ﷺ memberi kabar gembira, “Barangsiapa berdoa (dengan doa ini) setelah mendengar adzan, maka ia akan memperoleh syafaatku pada hari kiamat.” (HR. Bukhari). Sebuah janji mulia yang hanya akan diraih oleh orang-orang yang memuliakan adzan.

Hikmah Mengagungkan Adzan

Menghormati adzan dan mengikuti sunnah yang berkaitan dengannya bukan sekadar amal ringan. Ia adalah tanda kebersihan hati seorang mukmin. Imam Al-Hasan al-Bashri rahimahullah berkata: “Adzan adalah seruan Allah kepada hamba-Nya. Maka lihatlah, bagaimana engkau menyambut seruan itu. Sesungguhnya kedudukanmu di sisi Allah akan sesuai dengan bagaimana engkau menyambut panggilan-Nya.”

BACA JUGA:  Adzan untuk Anak yang Baru Lahir dan Aqiqahnya

Betapa banyak orang lalai saat adzan, sibuk dengan urusan dunia, padahal itu adalah seruan yang lebih agung dari semua panggilan manusia. Adzan bukan hanya panggilan untuk shalat, tetapi juga pengingat bahwa dunia hanyalah sementara, sedangkan Allah yang memanggil kita adalah Dzat yang kekal.

Penutup

Adzan adalah syiar Islam yang agung, tanda masuknya waktu shalat, sekaligus panggilan kasih sayang Allah kepada hamba-Nya. Seorang Muslim yang beriman tentu tidak akan menyia-nyiakan momen tersebut. Ia akan diam mendengarkannya, mengikuti bacaan muadzin, menjawab dengan penuh kesadaran, serta berdoa setelahnya dengan harapan mendapat syafaat Rasulullah ﷺ di hari akhir.

Semoga Allah menjadikan kita termasuk orang-orang yang selalu mengagungkan adzan, bersegera menuju shalat, dan kelak mendapat kedudukan mulia bersama Rasulullah ﷺ. Wallahu a’lam. []

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam

Related posts
Ibadah

Kenapa Harus Menjaga Shalat Shubuh

Ibadah

Menyela-nyela rambut dan Jenggot ketika Mandi?

Ibadah

Hukum Menggosok Anggota Tubuh ketika Mandi

Ibadah

Kapan Membasuh Kedua Kaki ketika Mandi?