“Tidak ada sesuatu pun yang lebih berat dalam timbangan seorang Mukmin pada Hari Kiamat nanti selain akhlak mulia. Sesungguhnya Allah membenci orang yang berbuat keji dan berkata-kata keji,” (HR at-Tirmidzi).
Oleh sebab itu, selain memperbanyak ibadah, kita juga dituntut untuk membekaskan ibadah kita tersebut dalam perbuatan (akhlak) terpuji. Jangan sampai banyak hafalan qur’an tapi lisan tajam, banyak sedekah tapi hobi menyakiti hewan, sering shalat malam tapi tidak memberi gaji bawahan dengan layak.
“Sesungguhnya orang yang paling aku cintai dan paling dekat kedudukannya dengan majelisku pada Hari Kiamat nanti adalah orang yang paling baik akhlaknya. Sebaliknya, orang yang aku benci dan paling jauh dari diriku adalah orang yang terlalu banyak bicara (yang tidak bermanfaat) dan sombong,” (HR at-Tirmidzi).
Bahkan dalam hadits lain diterangkan bahwa ada dua orang wanita, yang satu banyak ibadahnya namun berakhlak buruk, dan yang satu lagi sedikit amalan ibadahnya tapi berakhlak baik.
Rasulullah menyatakan yang berakhlak buruk sekalipun banyak ibadah tempatnya di neraka, tentunya hal ini disebabkan ibadah yang dilakukan itu tidak membekas dalam perbuatannya. []
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam


