JOIN GRUP WHATSAPP: Pusat Studi Islam

Kajian

Akibat Suka Ingkar Janji

Janji adalah perkara yang agung dalam Islam. Ia bukan sekadar ucapan, tetapi ikatan moral dan tanggung jawab yang akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah ﷻ. Seorang muslim dituntut untuk menjaga lisannya, terlebih ketika telah berjanji kepada Allah maupun kepada sesama manusia.

Sayangnya, sikap mudah berjanji namun ringan untuk mengingkarinya kerap dianggap sepele. Padahal, Islam memandang ingkar janji sebagai akhlak tercela yang membawa dampak buruk, baik di dunia maupun di akhirat.

1. Termasuk Ciri Orang Munafik

Rasulullah ﷺ dengan tegas menyebutkan bahwa ingkar janji adalah salah satu tanda kemunafikan.

Beliau ﷺ bersabda:

“Tanda orang munafik itu ada tiga: apabila berbicara ia berdusta, apabila berjanji ia mengingkari, dan apabila diberi amanah ia berkhianat.”
(HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Hadits ini menunjukkan bahwa kebiasaan mengingkari janji bukan sekadar dosa kecil, tetapi menyeret pelakunya pada sifat munafik yang sangat dibenci Allah ﷻ.

BACA JUGA:  Ingkar Janji, Seperti Iblis

2. Mendapat Murka dan Ancaman dari Allah

Allah ﷻ memerintahkan hamba-Nya untuk menepati janji dan mencela keras orang-orang yang melanggarnya.

Allah ﷻ berfirman:

“Dan penuhilah janji, karena sesungguhnya janji itu pasti dimintai pertanggungjawaban.”
(QS. Al-Isrā’: 34)

Ayat ini menegaskan bahwa setiap janji akan dihisab. Tidak ada satu janji pun yang luput dari pengawasan Allah, meski manusia menganggapnya remeh.

3. Hilangnya Kepercayaan dan Rusaknya Hubungan

Ingkar janji merusak kepercayaan. Sekali seseorang dikenal suka mengingkari janji, maka ucapannya tidak lagi dipercaya. Hubungan persaudaraan, pertemanan, bahkan urusan muamalah bisa hancur karenanya.

Dalam Islam, menjaga kepercayaan (amanah) adalah fondasi utama akhlak. Ketika janji diabaikan, maka rusak pula amanah dan runtuhlah nilai kejujuran dalam diri seseorang.

4. Mengundang Dosa dan Penyesalan

Setiap janji yang dilanggar tanpa uzur syar’i tercatat sebagai dosa. Apalagi jika janji tersebut menyebabkan orang lain dirugikan, disakiti, atau dikecewakan.

Al-Hasan Al-Bashri رحمه الله berkata:

“Tidaklah agama seseorang lurus hingga lisannya lurus, dan tidaklah lisannya lurus hingga ia menepati janjinya.”

Perkataan ini menunjukkan bahwa menepati janji adalah cermin lurusnya iman dan akhlak seorang muslim.

BACA JUGA:  Peringatan bagi Mereka yang Suka Ingkar Janji

5. Berat Hisabnya di Hari Kiamat

Orang yang suka ingkar janji akan menghadapi hisab yang berat. Janji kepada manusia akan dituntut oleh manusia, dan janji kepada Allah akan dituntut langsung oleh Allah ﷻ.

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Kaum muslimin terikat dengan syarat-syarat (janji-janji) mereka.”
(HR. Abu Dawud, hasan)

Ini menunjukkan bahwa janji memiliki konsekuensi hukum dan tanggung jawab di sisi Allah.

Penutup

Menepati janji adalah bukti keimanan dan kemuliaan akhlak. Sebaliknya, ingkar janji adalah penyakit hati yang membawa banyak kerusakan. Seorang muslim hendaknya berhati-hati dalam berucap, tidak mudah berjanji jika belum mampu menunaikannya, dan bersegera meminta maaf serta memperbaiki kesalahan jika terlanjur melanggar janji.

Semoga Allah ﷻ menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang jujur, amanah, dan menepati janji, baik kepada Allah maupun kepada sesama manusia. Aamiin. []

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam

Related posts
Kajian

Pinjaman kepada Allah yang Tak Pernah Merugi

Kajian

Larangan Membeli Barang yang Sudah Ditawar oleh Orang Lain

Kajian

Larangan Saling Memalingkan Wajah (at-Tadaabur)

Kajian

Syubhat dengan Perkara Halal dan Haram