JOIN GRUP WHATSAPP: Pusat Studi Islam

Ibadah

Bacaan Basmalah dalam Shalat Dibaca Sirr (Lirih)

Batas Makmum Masbuk, Hukum Shalat Berjemaah yang Terpisah Tiang, Bacaan Shalat Berjamaah, Waktu Doa Mustajab, Syarat Jadi Imam Shalat

Dari sahabat Anas bin Malik radhiallahu’anhu, ia berkata:

صَلَّيتُ مع رَسولِ اللهِ صلَّى اللهُ عليه وسلَّم وأبي بَكرٍ، وعُمَرَ، وعُثمانَ، فلَم أسمَعْ أحَدًا منهم يَقرَأُ {بسمِ اللهِ الرَّحمَنِ الرَّحيمِ}

“Aku pernah shalat bersama Rasulullah Muhammad ﷺ, Abu Bakar, Umar dan Utsman, dan aku tidak pernah mendengar salah seorang dari mereka membaca bismillahirrahmanirrahim” (HR. Sahih Muslim no. 399)

Hadits ini menjadi salah satu landasan penting dalam pembahasan fiqih tentang cara membaca basmalah dalam shalat. Para ulama menjelaskan bahwa maksud dari tidak terdengarnya bacaan basmalah adalah karena dibaca secara sirr (lirih), bukan ditinggalkan sama sekali.

BACA JUGA:  Tata Cara Shalat Taubat

Dalam praktik shalat, terdapat perbedaan pendapat di kalangan ulama mengenai apakah basmalah dibaca jahr (keras) atau sirr (lirih). Namun, hadits ini menunjukkan bahwa Rasulullah Muhammad ﷺ dan para Khulafaur Rasyidin lebih sering membacanya dengan suara pelan sehingga tidak terdengar oleh makmum.

Pendapat ini dipegang oleh banyak ulama, di antaranya dari kalangan mazhab Hanafi dan Hanbali, yang menyatakan bahwa membaca basmalah secara lirih lebih utama dalam shalat, baik shalat jahr (seperti Maghrib dan Isya) maupun sirr (seperti Dzuhur dan Ashar). Mereka memahami bahwa menjaga kekhusyukan dan mengikuti contoh Nabi adalah hal yang utama.

Meski demikian, penting untuk dipahami bahwa perbedaan ini termasuk dalam ranah ijtihad yang dibenarkan. Sebagian ulama lain, seperti dari mazhab Syafi’i, membolehkan bahkan menganjurkan membaca basmalah dengan suara keras pada shalat jahr. Oleh karena itu, seorang Muslim hendaknya bersikap lapang dada terhadap perbedaan ini.

BACA JUGA: Masuk Surga karena Shalat Malam

Yang terpenting adalah menjaga kekhusyukan dalam shalat dan mengikuti tuntunan Rasulullah Muhammad ﷺ semampunya. Jangan sampai perbedaan dalam masalah cabang seperti ini justru menimbulkan perpecahan di antara kaum Muslimin.

Sebagai penutup, membaca basmalah dalam shalat tetap merupakan bagian dari membaca Al-Fatihah. Namun, cara membacanya bisa berbeda sesuai dengan pemahaman fiqih masing-masing. Maka, selama memiliki dasar dari sunnah, semua itu berada dalam koridor yang dibenarkan dalam Islam.

Semoga Allah memberikan kita pemahaman yang lurus dalam beribadah dan menjadikan shalat kita lebih khusyuk serta diterima di sisi-Nya. []

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam

Related posts
Ibadah

Jaga Kesehatan Mentalmu dengan Banyak Berdzikir pada Allah

Ibadah

Masuk Surga karena Shalat Malam

Ibadah

Sunnah: Jalan Keselamatan di Dunia dan Akhirat

Ibadah

Tips Agar Ringan Bersedekah (Tidak Pelit)