Islam bukan agama yang melarang manusia menikmati berbagai kenikmatan dunia. Makan makanan yang halal, minum minuman yang baik, memakai pakaian yang bagus, bahkan bersedekah dengan harta yang dimiliki, semuanya dibolehkan.
Namun, ada satu batas yang harus diperhatikan: jangan berlebihan.
Rasulullah ﷺ bersabda:
كُلُوا وَاشْرَبُوا وَتَصَدَّقُوا وَالْبَسُوا، مَا لَمْ يُخَالِطْهُ إِسْرَافٌ أَوْ مَخِيلَةٌ
“Silakan kalian makan, minum, bersedekah dan berpakaian, selama tidak terdapat unsur israf (berlebih-lebihan) dan kesombongan.” (HR. An-Nasa’i no. 2559, Ibnu Majah no. 3605, Ahmad no. 6695. Dihasankan Al-Albani dalam Shahih Ibnu Majah).
Hadits ini memberikan pelajaran penting: perkara yang pada asalnya mubah atau dibolehkan pun memiliki batas. Seorang Muslim tidak dilarang menikmati dunia, tetapi ia tidak boleh menjadikan kenikmatan tersebut sebagai alasan untuk hidup berlebihan.
BACA JUGA: Makan yang Halal, Jangan Ikuti Jalan Setan
Apa sebenarnya yang dimaksud dengan israf?
Dalam kitab Al-Kuliyyat disebutkan:
الإسراف: هو صرف الشيء فيما لا ينبغي زائدًا على ما ينبغي
“Israf adalah menggunakan atau membelanjakan sesuatu pada perkara yang semestinya, tetapi melebihi batas yang seharusnya.”
Dengan kata lain, seseorang bisa saja membelanjakan hartanya untuk sesuatu yang halal, tetapi menjadi tercela ketika kadarnya sudah melampaui batas kewajaran.
Misalnya, membeli pakaian itu boleh. Memiliki pakaian yang bagus juga boleh. Tetapi jika seseorang membeli begitu banyak pakaian hanya karena mengikuti keinginan, sementara sebagian besar tidak pernah digunakan, maka di sinilah seseorang perlu mengevaluasi dirinya.
Begitu pula dengan makanan.
Makan adalah kebutuhan. Menikmati makanan lezat juga bukan dosa. Namun mengambil makanan dalam jumlah berlebihan lalu membuangnya adalah perilaku yang tidak semestinya.
Demikian pula dalam urusan rumah, kendaraan, gadget, dekorasi, pesta, dan berbagai kenikmatan dunia lainnya. Ukurannya bukan sekadar “boleh atau tidak boleh”, tetapi juga “apakah sudah berlebihan?”
Allah Ta’ala berfirman:
وَكُلُوا وَاشْرَبُوا وَلَا تُسْرِفُوا ۚ إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُسْرِفِينَ
“Makan dan minumlah, tetapi jangan berlebihan. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang berlebihan.” (QS. Al-A’raf: 31)
Islam mengajarkan keseimbangan.
Bukan hidup dengan menyiksa diri dan mengharamkan apa yang Allah halalkan. Tetapi juga bukan hidup dengan menuruti semua keinginan tanpa batas.
BACA JUGA: Kapan Perkara Mubah Bisa Berubaha Menjadi Maksiat atau Ketaatan?
Nikmati yang halal.
Berpakaianlah dengan baik.
Makanlah makanan yang lezat.
Bersedekahlah.
Miliki sesuatu yang bermanfaat.
Namun, tetaplah sederhana dan jangan menjadikan kenikmatan sebagai ajang pamer.
Sebab banyak belum tentu berkah, dan mahal belum tentu mulia.
Yang paling penting adalah menggunakan nikmat Allah sesuai kebutuhan, dalam perkara yang benar, tanpa berlebihan dan tanpa kesombongan. []
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam


