Di antara tanda-tanda semakin dekatnya Hari Kiamat adalah fenomena yang disebut dalam hadits sebagai taqārub az-zamān (berdekatannya waktu). Rasulullah ﷺ telah mengabarkan keadaan ini jauh sebelum manusia merasakannya secara nyata seperti hari ini.
Teks Hadits
Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah ﷺ bersabda:
لَا تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يَتَقَارَبَ الزَّمَانُ، فَتَكُونَ السَّنَةُ كَالشَّهْرِ، وَالشَّهْرُ كَالْجُمُعَةِ، وَتَكُونَ الْجُمُعَةُ كَالْيَوْمِ، وَيَكُونَ الْيَوْمُ كَالسَّاعَةِ، وَتَكُونَ السَّاعَةُ كَاحْتِرَاقِ السَّعَفَةِ
“Tidak akan tiba Hari Kiamat hingga zaman berdekatan; setahun terasa seperti sebulan, sebulan seperti sepekan, sepekan seperti sehari, sehari seperti sejam, dan sejam seperti terbakarnya pelepah kurma.” (HR. Ahmad dalam Musnad Ahmad dan at-Tirmidzi dalam Jaami’ at-Tirmidzi)
Apa Makna “Zaman Berdekatan”?
Para ulama menjelaskan bahwa maksud dari hadits ini bukan semata-mata perubahan jumlah waktu secara hakiki, tetapi lebih kepada hilangnya keberkahan waktu.
BACA JUGA: Orang-orang yang Tertipu di Akhir Zaman
Imam Ibn Hajar rahimahullah menjelaskan bahwa “dekatnya waktu” bisa bermakna:
Cepatnya waktu berlalu tanpa terasa
Hari terasa singkat, minggu berlalu tanpa disadari, bahkan tahun seakan hilang begitu saja.
Berkurangnya keberkahan waktu
Aktivitas yang dahulu bisa dilakukan dalam waktu singkat kini terasa sempit dan tidak cukup.
Kesibukan dunia yang melalaikan
Manusia tenggelam dalam urusan dunia, sehingga waktu habis tanpa nilai akhirat.
Realita yang Kita Saksikan
Jika direnungkan, fenomena ini sangat terasa di zaman sekarang:
Teknologi membuat segala sesuatu serba cepat, tetapi justru waktu terasa semakin sempit.
Hari-hari berlalu tanpa makna karena dipenuhi aktivitas duniawi.
Banyak orang mengeluh “tidak punya waktu”, padahal waktu tetap 24 jam.
Inilah yang disebut para ulama sebagai dicabutnya keberkahan waktu, bukan berkurangnya jumlah waktu.
Kaitan dengan Amal
Dalam riwayat yang sama, disebutkan bab tentang “pendeknya amal” (qashrul ‘amal). Ini memberi isyarat bahwa:
Ketika waktu terasa cepat, amal manusia pun semakin sedikit.
Artinya, manusia bukan hanya kehilangan waktu, tetapi juga kehilangan kesempatan untuk beramal shalih.
BACA JUGA: Mukmin di Akhir Zaman: Lebih Hina daripada Budak Wanita
Hikmah dan Pelajaran
Peringatan untuk segera beramal
Jangan menunda kebaikan, karena waktu berlalu lebih cepat dari yang kita sadari.
Pentingnya keberkahan waktu
Keberkahan lebih berharga daripada panjangnya waktu.
Menjaga diri dari kelalaian
Kesibukan dunia tanpa arah akan menghabiskan umur tanpa hasil.
Memperbanyak ibadah di akhir zaman
Justru ketika manusia lalai, amal shalih menjadi lebih bernilai.
Penutup
Hadits ini bukan sekadar gambaran fenomena waktu, tetapi peringatan keras bagi setiap Muslim. Zaman yang terasa cepat adalah tanda bahwa kita semakin dekat dengan Hari Kiamat.
Maka, orang yang cerdas adalah yang mampu memanfaatkan waktunya untuk:
mendekat kepada Allah,
memperbanyak amal shalih,
dan mempersiapkan bekal akhirat.
Karena sejatinya, yang bukan hanya waktu yang berlalu…
tetapi juga umur kita yang semakin berkurang. []
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam


