JOIN GRUP WHATSAPP: Pusat Studi Islam

Ibadah

Doa Ibadurrahman

Allah menyebutkan doa Ibadurrahman, sebagai salah satu contoh doa yang dianjurkan untuk dibaca bagi kaum muslimin.

Allah berfirman,

وَالَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا

Dan orang orang yang berkata: “Ya Tuhan kami, anugrahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa. (QS. al-Furqan: 74).

Sebagaimana ada manusia yang dijadikan oleh Allah sebagai imam bagi orang yang bertaqwa, ada juga manusia yang dijadikan oleh Allah sebagai imam dalam kesesatan. Allah berfirman,

وَجَعَلْنَاهُمْ أَئِمَّةً يَدْعُونَ إِلَى النَّارِ وَيَوْمَ الْقِيَامَةِ لَا يُنصَرُونَ

“Dan Kami jadikan mereka pemimpin-pemimpin yang menyeru (manusia) ke neraka dan pada hari kiamat mereka tidak akan ditolong.” (QS. al-Qashas: 41).

BACA JUGA: Mendoakan Kedua Orangtua dalam Shalat

Karena itulah, orang soleh di masa silam sangat mereka berdoa kepada Allah untuk dijadikan pemimpin bagi orang yang bertaqwa.

Ibnu Umar berdoa kepada Allah,

اللَّهُمَّ اجْعَلْنِي مِنْ أَئِمَّةِ الـمُتَّقِينَ

“Ya Allah, jadikanlah aku pemimpin bagi orang-orang yang bertaqwa.”

Ibnu Abdil Bar menjelaskan doa Ibnu Umar,

وفي هذا الأسوة الحسنة أن تكون همة المؤمن تدعوه إلى أن يكون إماماً في الخير، وإذا كان إماماً في الخير كان له أجره وأجر من عمل بما علمه، وائتم به فيما علمه

Dalam doa ini terdapat contoh yang baik, bahwa hendaknya cita-cita seorang muslim mendorong dia untuk menjadi pemimpin dalam kebaikan. Karena ketika dia menjadi pemimpin dalam kebaikan, maka dia mendapatkan pahala dari kebaikan yang dia lakukan dan pahala setiap orang yang mengamalkan kebaikan yang dia ajarkan, mengikuti yang dia ajarkan. (al-Istidzkar, 2/542).

Jika kita belum bertaqwa, layakkah kita berdoa untuk menjadi pemimpin bagi orang yang bertaqwa?

Ada tafsir yang disampaikan Mujahid – ulama tabiin – mengenai ayat ini, yang menjawab pertanyaan di atas.

Ibnul Qoyim menukil keterangan Mujahid,

وقال مجاهد اجعلنا مؤتمين بالمتقين مقتدين بهم

Mujahid mengatakan, “Jadikanlah kami pengikut orang-orang yang bertaqwa, meniru orang yang bertaqwa.”

Kemudian Ibnul Qoyim berkomentar,

Bahwa bisa jadi, orang yang tidak memahami tingkat keilmuan ulama salaf, mereka menganggap tafsir Mujahid ini terbalik. Karena teks doa, ‘Jadikanlah kami imam bagi orang yang bertaqwa’ dan bukan pengikuti orang yang bertaqwa.

BACA JUGA: Tergesa-gesa, Penyebab Doa Tidak Terkabul

Kemudian Ibnul Qoyim berkomentar,

وهذا من تمام فهم مجاهد رحمه الله فإنه لا يكون الرجل إماما للمتقين حتى يأتم بالمتقين

Ini bagian dari kesempurnaan pemahaman Mujahid – rahimahullah – karena seseorang tidak akan bisa menjadi imam bagi orang yang bertaqwa, sampai dia mengikuti orang yang bertaqwa sebelumnya. (Risalah Ibnul Qoyim ila Ahadi Ikhwanih, hlm. 12)

Sehingga siapapun berhak membaca doa ini. Sekalipun dia merasa dirinya banyak dosa, belum bertaqwa. Doa ini Allah ajarkan dalam al-Quran, dan dipuji oleh Allah, agar ditiru seluruh kaum muslimin yang membacanya.

Dan bentuk perwujudan doa ini, bahwa seorang msulim yang ingin menjadi imam bagi orang yang bertaqwa, dia harus menjadi makmum kepada orang bertaqwa sebelumnya. Sehingga generasi soleh bermakmum kepada generasi soleh sebelumnya, hingga mereka bermakmum kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. []

SUMBER: KONSULTASI SYARIAH

 

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam

Related posts
Ibadah

Shalat Malam: Kemuliaan yang Terlupakan

Ibadah

Dzikir Terbaik

Ibadah

Saat Engkau Membaca Quran

Ibadah

Istighfar: Kunci Turunnya Rahmat dan Rezeki

Leave a Reply