Ada istilah yang mengatakan ‘roda itu berputar’. Terkadang di atas, di saat lain di bawah. Ini adalah salah satu analogi kehidupan yang dilalui oleh manusia.
Setiap manusia, tidak selamanya menetap dalam satu keadaan. kadang ia mendapat kegembiraan, lain waktu ia merasakan kesedihan. Kadang ia diberi kelebihan, saat lain ia diberi kecukupan.
Allah Ta’ala berfirman:
لَتَرْكَبُنَّ طَبَقًا عَنْ طَبَقٍۗ
“Sungguh, akan kamu jalani tingkat demi tingkat (dalam kehidupan)” (QS. Al Insyiqaq: 19)
Dalam menafsirkan ayat ini, Ibnu Abbas berkata, “Yaitu, melalui dari suatu keadaan menuju keadaan lainnya.”
Pendapat lain mengatakan, “Dari keadaan sehat menuju sakit, kaya menuju miskin, rasa aman menuju rasa takut, dan terus seperti ini hingga ia bertemu Allah Ta’ala.”
Kondisi ini sesungguhnya Allah berikan dengan satu tujuan. Agar hati manusia tidak condong pada dunia. Menyadari bahwa dunia ini bukan tempat tinggal akhirnya.
Begitulah dunia. Tidak ada yang abadi di dalamnya. []
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam


