JOIN GRUP WHATSAPP: Pusat Studi Islam

Hadist

Hadits Arbain ke 22 – Cara Agar Masuk Surga

عَنْ أَبيْ عَبْدِ اللهِ جَابِرِ بنِ عَبْدِ اللهِ الأَنْصَارِيِّرَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا أَنَّ رَجُلاً سَأَلَ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ: “أَرَأَيْتَ إِذا صَلَّيْتُ المَكْتُوبَاتِ، وَصُمْتُ رَمَضَانَ، وَأَحْلَلْتُ الحَلاَلَ، وَحَرَّمْتُ الحَرَامَ، وَلَمْ أَزِدْ عَلى ذَلِكَ شَيئاً أَدْخُلُ الجَنَّةَ؟ قَالَ: نَعَمْ”رَوَاهُ مُسْلِمٌ

وَمَعْنَى حَرَّمْتُ الحَرَامَ اِجْتَنَبْتُهُ، وَمَعْنَى أَحْلَلْتُ الحَلالَ فَعَلْتُهُ مُعْتَقِداً حِلَّهُ

“Diriwayatkan dari Abu ‘Abdillah Jabir bin ‘Abdillah Radhiyallahu ‘Anhuma, bahwasannya seorang pria bertanya kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dengan mengatakan: ‘Kabarkan kepadaku Wahai Rasulullah, kalau saya sudah shalat yang wajib, sudah berpuasa pada bulan Ramadhan, menghalalkan yang halal dan mengharamkan yang haram, dan saya tidak menambah sedikit pun diatas itu, apakah saya akan masuk surga?’

BACA JUGA: Hadits Arbain ke-21: tentang Istiqamah

Maka Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menjawab: ‘Iya’” (HR. Muslim)

Dan arti “menghalalkan yang halal” adalah mengerjakannya dengan meyakini kehalalannya. Sedangkan arti “mengharamkan yang haram” adalah meninggalkan perkara-perkara yang haram. Demikian Imam An-Nawawi menyampaikan hadits ini.

JABIR BIN ‘ABDILLAH

Hadits ini diriwayatkan oleh Jabir bin ‘Abdillah Radhiyallahu ‘Anhuma. Beliau adalah Jabir bin ‘Abdillah bin ‘Amr bin Haram Al-Anshari Al-Khajraji. Beliau berasal dari kota Madinah, termasuk anshar yang membantu dakwah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam ketika beliau hijrah ke sana.

Dan di sini An-Nawawi Rahimahullahu Ta’ala mengatakan: “Radhiyallahu ‘Anhuma”, semoga Allah meridhai keduanya (beliau dan ayah handa beliau). Jabir adalah salah seorang sahabat junior, sementara ayahanda beliau adalah sahabat senior yang wafat pada perang uhud.

Dan Jabir bin ‘Abdillah sudah masuk Islam ketika beliau masih muda, bahkan ketika beliau masih kecil, yaitu dalam kejadian baiatul aqabah ats-tsaniyah. Dan kemudian ketika Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam hijrah ke kota Madinah, beliau ikut membantu dakwah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Beliau ikut dalam semua perang yang diikuti Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam kecuali perang badar dan perang uhud. Karena beliau memiliki sembilan saudari perempuan.

BACA JUGA: Hadits Arbain ke-18: Takwa, Mengikutkan Kejelekan dengan Kebaikan, dan Berakhlak Mulia

Saat perang uhud dan perang badar ini, Ayahada beliau melarang beliau untuk ikut karena beliau harus menjaga sembilan orang saudari beliau. Maka beliau pun tidak berangkat ke perang uhud dan badar, dan ternyata di perang uhud Ayahanda beliau syahid bersama 70 sahabat lain. Baru setelah itu Jabir bin ‘Abdillah mengikuti semua peperangan yang diikuti oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.

Beliau juga termasuk salah satu sahabat dengan riwayat hadits paling banyak, ini menunjukkan kedekatan beliau kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Dan beliau wafat pada tahun 78 Hijriyah. []

 

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam

Related posts
Hadist

Riyadhush Shalihin Hadist 14: Jangan Berkhianat pada Harta Umat

Hadist

Riyadhush Shalihin Hadist 13: Lakukanlah Pekerjaan dengan Baik

Hadist

Hadist Anjuran untuk Berobat

Hadist

Riyadhush Shalihin Hadist 12: Tawasul dengan Doa

Leave a Reply