JOIN GRUP WHATSAPP: Pusat Studi Islam

Uncategorized

Hakikat Kaya

Abdurrahman bin Auf

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : لَيْسَ الْغِنَى عَنْ كَثْرَةِ الْعَرَضِ وَلَكِنَّ الْغِنَى غِنَى النَّفْسِ.

Dari Abu Hurairah رضي الله عنه, Nabi ﷺ bersabda:

“Bukanlah kekayaan itu karena banyaknya harta, akan tetapi kaya itu adalah kaya hati.” (HR. Bukhari)

BACA JUGA: Rezeki, Miskin, Kaya dan Taat

Kandungan hadits:

Hakikat kaya bukanlah karena banyak harta,

karena mayoritas manusia yang dilapangkan hartanya tidak puas dengan harta yang telah dimilikinya.

Kekayaan sebenarnya adalah kekayaan jiwa,

yaitu ketika merasa cukup dengan apa yang diperolehnya (qona’ah), rela dan tidak tamak terhadap apa yang diperolehnya.
Kaya yang sesungguhnya adalah ketika merasa cukup dan bersyukur dengan setiap pemberianNYa.

BACA JUGA: Amalan yang Menyamai Orang Kaya

Insyirohulqolbi adalah sikap dan kondisi batin terhadap anugerah Allah seberapa pun yang diterima ia syukuri sebagai anugerah terbaik dari Allah Subhanahu wata’ala, bila demikian halnya maka yang terucap dari bibirnya hanya syukur, dan inilah kaya yang sesungguhnya. []

SUMBER: ISLAMADALAHSUNNAH

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam

Related posts
Uncategorized

Orang-Orang yang Masuk Surga tanpa Hisab

Uncategorized

Larangan Dengki

Uncategorized

Tangis di Abwa

Uncategorized

Mengabaikan Ucapan Buruk Orang Lain kepadamu

Leave a Reply