عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : لَيْسَ الْغِنَى عَنْ كَثْرَةِ الْعَرَضِ وَلَكِنَّ الْغِنَى غِنَى النَّفْسِ.
Dari Abu Hurairah رضي الله عنه, Nabi ﷺ bersabda:
“Bukanlah kekayaan itu karena banyaknya harta, akan tetapi kaya itu adalah kaya hati.” (HR. Bukhari)
BACA JUGA: Rezeki, Miskin, Kaya dan Taat
Kandungan hadits:
Hakikat kaya bukanlah karena banyak harta,
karena mayoritas manusia yang dilapangkan hartanya tidak puas dengan harta yang telah dimilikinya.
Kekayaan sebenarnya adalah kekayaan jiwa,
yaitu ketika merasa cukup dengan apa yang diperolehnya (qona’ah), rela dan tidak tamak terhadap apa yang diperolehnya.
Kaya yang sesungguhnya adalah ketika merasa cukup dan bersyukur dengan setiap pemberianNYa.
BACA JUGA: Amalan yang Menyamai Orang Kaya
Insyirohulqolbi adalah sikap dan kondisi batin terhadap anugerah Allah seberapa pun yang diterima ia syukuri sebagai anugerah terbaik dari Allah Subhanahu wata’ala, bila demikian halnya maka yang terucap dari bibirnya hanya syukur, dan inilah kaya yang sesungguhnya. []
SUMBER: ISLAMADALAHSUNNAH
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam


