JOIN GRUP WHATSAPP: Pusat Studi Islam

Kisah Nabi-nabi

Hasad Saudara-saudara Yusuf

Yusuf Alaihissalam telah diuji dengan kedengkian saudara-saudaranya kepadanya di mana mereka berkata,

اِذْ قَالُوْا لَيُوْسُفُ وَاَخُوْهُ اَحَبُّ اِلٰٓى اَبِيْنَا مِنَّا وَنَحْنُ عُصْبَةٌۗ اِنَّ اَبَانَا لَفِيْ ضَلٰلٍ مُّبِيْنٍۙ ۝٨

(Ingatlah,) ketika mereka berkata, “Sesungguhnya Yusuf dan saudara (kandung)-nya lebih dicintai Ayah daripada kita, padahal kita adalah kumpulan (yang banyak). Sesungguhnya ayah kita dalam kekeliruan yang nyata.” (Quran Surat Yusuf ayat 8).

BACA JUGA:  Jika Malu Dicabut dari Diri

Mereka merasa dengki kepada keduanya karena perhatian bapaknya yang berlebihan atas keduanya karena Yakub berkata kepada Yusuf Alaihissalam,

قَالَ يٰبُنَيَّ لَا تَقْصُصْ رُءْيَاكَ عَلٰٓى اِخْوَتِكَ فَيَكِيْدُوْا لَكَ كَيْدًاۗ اِنَّ الشَّيْطٰنَ لِلْاِنْسَانِ عَدُوٌّ مُّبِيْنٌ ۝٥

Dia (ayahnya) berkata, “Wahai anakku, janganlah engkau ceritakan mimpimu kepada saudara-saudaramu karena mereka akan membuat tipu daya yang sungguh-sungguh kepadamu. Sesungguhnya setan adalah musuh yang jelas bagi manusia.” (Quran Surat Yusuf ayat 5)

Kemudian mereka menzaliminya yaitu ingin membunuhnya dan melemparnya ke dalam al jubb atau sumur yang gelap. Dan menjualnya sebagai budak, serta membawanya ke negeri kafir dan jadilah ya budak yang dimiliki kaum kafir.

BACA JUGA:  Kebodohan Menyeret kepada Perbuatan Buruk

Lalu Yusuf diuji oleh seorang perempuan bangsawan untuk melakukan perbuatan yang dilarang oleh Allah. Tetapi beliau tetap menjaga kehormatannya dan lebih memilih penjara daripada harus melakukan perbuatan zina.

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman Seraya memujinya:

قَالُوْٓا ءَاِنَّكَ لَاَنْتَ يُوْسُفُۗ قَالَ اَنَا۠ يُوْسُفُ وَهٰذَآ اَخِيْ قَدْ مَنَّ اللّٰهُ عَلَيْنَاۗ اِنَّهٗ مَنْ يَّتَّقِ وَيَصْبِرْ فَاِنَّ اللّٰهَ لَا يُضِيْعُ اَجْرَ الْمُحْسِنِيْنَ ۝٩٠

Mereka berkata, “Apakah engkau benar-benar Yusuf?” Dia (Yusuf) menjawab, “Aku Yusuf dan ini saudaraku. Sungguh, Allah telah melimpahkan karunia-Nya kepada kami. Siapa yang bertakwa dan bersabar, sesungguhnya Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang muhsin.” (Quran Surat Yusuf ayat 91) []

Sumber: Tazkiatun Nafs, Menyucikan Jiwa dan Mencerminkan Hati dengan Akhlak yang Mulia, Karya: Saikhul Islam Ibnu Taimiyah, Penerbit Darus Sunnah, Jakarta Timur,  Cetakan 2022

 

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam

Related posts
Kisah Nabi-nabi

Kisah Nabi Musa 'Alaihis Salam dan Malaikat Maut

Kisah Nabi-nabi

Nabi Musa dan Pembangkangan Bani Israil

Kisah Nabi-nabi

Penciptaan Nabi Adam dan Hikmah di Balik Penciptaannya

Kisah Nabi-nabi

3 Sifat Nabi Ibrahim

Leave a Reply