Seorang alim bernama Ibnu Muhairiz suatu kali pernah datang ke penjual pakaian. Di toko tersebut, beliau menunjuk sebuah pakaian kemudian bertanya, “wahai tuan, berapa harganya ini?”
Penjual pakaian yang tidak tahu siapa Ibnu Muhairiz itu menjawab dengan singkat, “Sekian!”
BACA JUGA: Sekelumit Kisah Hidup Masruq bin Al-Ajda’, Hakim Adil dan Bertakwa
Di toko itu ada seorang laki-laki yag mengenali Imam Ibnu Muhairiz. Orang itu kemudian memberi tahu penjual tersebut bahwa yang ingin membeli dagangannya adalah Ibnu Muhairiz, seorang alim yang masyhur.
Laki-laki itu menyuruh agar penjual tersebut memberikan pelayanan yang terbaik dengan harga yang terbaik pula.
Mendengar itu, Ibnu Muhairiz mengatakan,
“إنما أنا جئت أشتري بمالي، ولم أجئ أشتري بديني”
[حلية الأولياء، ٥\١٣٨]
“Saya datang ke sini ingin membeli dengan uang saya, saya tidak datang untuk membeli dengan agama saya.”
BACA JUGA: Kisah Fudlail bin Iyadh, Perampok yang Terkena Panah Allah
Setelah itu, beliau langsung beranjak pergi dan tidak jadi membeli.
Beliau tidak ingin diperlakukan lebih hanya karena dikenal alim dan sholeh, khawatir akan merusak niat dan hatinya. []
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam


