Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering dihadapkan pada situasi yang menimbulkan prasangka terhadap orang lain — baik dalam ucapan, perbuatan, atau bahkan hanya dari apa yang tampak. Namun Islam mengajarkan kepada kita untuk selalu menjaga hati dari penyakit su’uzh-zhan (buruk sangka), karena hal itu dapat merusak persaudaraan, menodai keikhlasan, dan menumbuhkan kebencian di antara kaum muslimin.
Syaikh Abdullah bin Abdurrahman al-Bassam rahimahullah menyatakan,
“فالظن القبيح عمن ظاهره الخير لا يجوز وهو المراد بقوله تعالى (إن بعض الظن إثم) الحجرات : ١٢
“Prasangka buruk terhadap seseorang yang lahiriyahnya baik tidak boleh.
Inilah yang dimaksud dengan firman Allah Ta’ala, “‘Sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa.'” (al-Hujurat : 12).”
Taudhihul Ahkam min Bulughil Maram 7/414
BACA JUGA: Selalu Berbaik Sangkalah pada Pasanganmu
Ayat ini mengandung peringatan lembut namun tegas: jangan mudah menilai saudaramu dari bisikan hati atau dugaan yang belum tentu benar. Karena dosa tidak hanya muncul dari perbuatan atau ucapan, tetapi juga dari lintasan hati yang melahirkan keburukan kepada orang lain.
Imam Ibnul Qayyim rahimahullah berkata, “Tidak ada yang lebih merusak hati daripada terus-menerus berprasangka buruk kepada orang lain. Ia membuat hati gundah, jiwa menjadi sempit, dan menjauhkan dari kasih sayang Allah.” (Madarijus Salikin, 1/491)
Begitu pula Imam al-Fudhail bin ‘Iyadh rahimahullah menasihati, “Jika engkau mendengar kabar buruk tentang saudaramu, maka carilah seribu alasan untuk membelanya. Jika engkau tidak menemukannya, katakan: ‘Mungkin ia memiliki alasan yang tidak aku ketahui.’”
Perkataan ulama salaf ini menunjukkan betapa tingginya adab dalam menjaga persaudaraan sesama muslim. Seseorang yang hatinya bersih akan selalu mencari kebaikan bagi saudaranya, bukan keburukan. Ia menilai dari zahir yang tampak baik, bukan dari prasangka yang lahir dari hawa nafsu.
BACA JUGA: Jangan Biarkan Hati Ternoda oleh Buruk Sangka kepada Allah
Maka, mari kita jaga hati dari penyakit su’uzh-zhan. Bila muncul lintasan buruk terhadap saudara kita, segera istighfar dan doakan kebaikan untuknya. Karena sebagaimana dikatakan oleh sebagian salaf, “Orang yang hatinya jernih akan selalu melihat kebaikan pada orang lain, sedangkan hati yang kotor hanya melihat keburukan meski di dalam kebaikan.”
Semoga Allah menjadikan hati kita bersih dari prasangka, penuh kasih terhadap sesama, dan termasuk orang-orang yang menjaga kehormatan saudaranya sebagaimana ia menjaga kehormatan dirinya sendiri. []
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam


