JOIN GRUP WHATSAPP: Pusat Studi Islam

Sirah

Kisah Salim, Anak Angkat Abu Hudzaifah (2-Habis)

Begitulah, Salim menerjemahkan Islam dalam sisa-sia hidupnya. Bahkan, tatkala Rasulullah wafat pun ghirahnya tak pernah padam. Menghadapi persekongkolan jahat kelompok penganjur murtad di bawah komando Musailamah al-Kadzab, dia bersama ayah angkatnya, Abu Hudzaifah berada dalam satu front di bawah komando Khalid bin Walid.

Pertempuran Yamamah ini menjadi bagian akhir dari perjalanan jihad seorang Salim. Medan dan musuh yang dihadapi bahkan tak kalah hebatnya dengan peperangan melawan musyrik. Sebagian pasukan pembangkang itu sebelumnya adalah juga saudara seagama. Hanya saja keimanan mereka sebatas formalitas dan bukan karena Allah SWT.

BACA JUGA:  Kisah Juraij

“Amat buruk nasibku sebagai pemikul tanggung jawab al-Quran apabila benteng kaum muslimin bobol karena kelalaianku!” seru Salim begitu tanda peperangan dimulai. Abu Hudzaifah yang disampingnya menimpali dengan menghiburnya bahwa keberadaan kaum muslimin adalah tanggung jawab bersama. “Bahkan engkau adalah sebaik-baik pemikul al-Quran,” ujarnya.

Kilatan pedang nan tajam terus berkelebat. Satu per satu orang-orang murtad kena tebas pedang Salim. Hingga…ayunan pedang menebas tangan kanannya hingga putus. Panji Islam yang dipegang lepas ke tanah. Dengan segera ia memungutnya dengan tangan kirinya.

Sambil menghimpun kekuatan yang tersisa ia menaiki kuda, kemudian mengumandangkan firman Allah, surat Ali Imran: 146, “.”

Betapa banyaknya Nabi yang bersamanya ikut bertempur pendukung Agama Allah yang tidak sedikit jumlahnya. Mereka tidak patah semangat disebabkan cobaan yang menimpa mereka dalam berjuang di jalan Allah itu, daya juang mereka tidak melemah apalagi menyerah kalah, sedang Allah mengasihi orang-orang yang tabah.”

BACA JUGA:  Kisah Maryam binti Imran hingga Diasuh Nabi Zakaria

Kalamullah itu bukannya membuat sadar musuh, malah ia suara kerasnya mendatangkan kebencian. Di tengah kepungan kaum murtad tubuhnya dipenuhi tusukan pedang. Jasadnya rubuh hingga ditinggalkan mereka, sementara ruhnya belum keluar. Hingga perang berakhir dengan kemenangan di tangan kaum muslimin, barulah Salim menghembuskan nafas terakhir. Ia syahid disamping ayah angkatnya, Abu Hudzaifah. []

HABIS

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam

Related posts
Sirah

Rasulullah Memuliakan Tukang Sapu

Sirah

Pertolongan Allah

Sirah

Rasa Tanggung Jawab dan Iman kepada Akhirat dari Para Sahabat Nabi

Sirah

Penyesalan Sang Kakek

Leave a Reply