JOIN GRUP WHATSAPP: Pusat Studi Islam

Kajian

Luas dan Sempitnya Rezeki

Ibnul Qoyyim rohimahullah berkata,

Allahu ta’ala berfirman:

قَالَ تَعَالَى فَأَمَّا الْأِنْسَانُ إِذَا مَا ابْتَلاهُ رَبُّهُ فَأَكْرَمَهُ وَنَعَّمَهُ فَيَقُولُ رَبِّي أَكْرَمَنِ وَأَمَّا إِذَا مَا ابْتَلاهُ فَقَدَرَ عَلَيْهِ رِزْقَهُ فَيَقُولُ رَبِّي أَهَانَنِ كلا أَي لَيْسَ كل من وسعت عَلَيْهِ وأكرمته وَنعمته يكون ذَلِك إِكْرَاما مني لَهُ وَلَا كل من ضيّقت عَلَيْهِ رزقه وابتليته يكون ذَلِك إهانة مني لَهُ

“Adapun manusia apabila Robbnya memberi ujian dengan memuliakan dan memberikan kenikmatan-kenikmatan kepadanya, maka ia berkata Robbku telah memuliakanku dan apabila Robbnya memberi ujian dengan membatasi rezekinya, maka ia berkata Robbku telah menghinakanku..”

“Sekali-kali tidaklah demikian! Yaitu tidaklah setiap orang yang Aku beri keluasan, kemuliaan, dan kenikmatan kepadanya berarti Aku memuliakannya. Demikian pula tidaklah setiap orang yang Aku beri kesempitan rezeki dan ujian kepadanya berarti Aku menghinakannya.”

[al-Fawaid, juz 1, hlm. 155]

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam

Related posts
Kajian

Jangan Tertipu: Memahami Ampunan Allah dengan Benar

Kajian

Tipu Daya Ketergantungan: Antara Tawassul dan Kesyirikan

Kajian

Adakah Bohong yang Dibolehkan?

Kajian

Apa yang Harus Dilakukan Jika Melihat Kemunkaran?

Leave a Reply