JOIN GRUP WHATSAPP: Pusat Studi Islam

Uncategorized

Makananmu, Halal …

Abu Hurairah Ra meriwayatkan Rasulullah ﷺ bersabda: “Perut adalah telaga bagi raga. Pembuluh-pembuluh darah berujung padanya. Jika perut sehat, pembuluh-pembuluh itu akan sehat. Sebaliknya, jika perut sakit, pembuluh darah akan sakit,” (HR. Tirmidzi).

Karena itu, Islam hanya membolehkan kita untuk mengonsumsi makanan atau minuman yang halal lagi baik.

BACA JUGA: Sedekah dari Harta Halal

“Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkat syaitan, karena sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagiu,” (QS. AL-Baqarah ayat 168).

Ayat tersebut menjelaskan dua sifat makanan yang boleh bahkan manusia diperintahkan Allah SWT untuk memakannya, yaitu yang halal dan yang baik (thayyib). Sesuatu yang halal adalah sesuatu yang terlepas dari ikatan bahaya duniawi dan ukhrawi. Adapun makanan yang baik (thayyib) adalah makanan yang sehat dan memiliki gizi yang cukup serta seimbang.

Imam Al Ghazali mengumpamakan makanan dalam agama seperti fondasi pada bangunan. Jika fondasi itu kokoh dan kuat, bangunan pun akan berdiri tegak dan kokoh. Sebaliknya, jika fondasi itu rapuh dan bengkok, bangunan itupun akan runtuh dan ambruk.

BACA JUGA:  Halal, namun Dibenci Allah SWT

Rasulullah ﷺ bersabda, “Baguskanlah makananmu, niscaya Allah akan menerima doamu,” (HR. Thabrani). []

Sumber: Islam Tuntunan dan Pedoman Hidup/Tim dosen PAI UPI/Penerbit: Value Press Bandung

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam

Related posts
Uncategorized

Orang-Orang yang Masuk Surga tanpa Hisab

Uncategorized

Larangan Dengki

Uncategorized

Tangis di Abwa

Uncategorized

Mengabaikan Ucapan Buruk Orang Lain kepadamu

Leave a Reply