Pendidikan karakter tidak dikatakan tuntas jika kita belum dapat mengembangkan dhamir (hati nurani) sebagai alat kontrol perilaku dari dalam diri. Hati nurani adalah pengadilan Internal yang mengadili perilaku kita sendiri.
Hati nurani kita akan memberikan hadiah berupa kepuasan dan ketenangan jika kita berbuat baik Hati nurani kita juga akan memberi hukuman penyesalan, kegelisahan, dan bahkan rasa sakit jika kita berbuat dosa.
BACA JUGA: Menceritakan Kisah Para Nabi pada Anak
Ayah dan Bunda dapat melatih buah hati agar ia mempunyai kontrol dalam dirinya dengan cara memintanya (pada usia 5 atau 6 tahun) untuk menilai perbuatan yang ia lakukan. Ayah dan Bunda bisa bertanya, “Apakah kamu akan mengulangi perbuatan ini lagi?” Ketika la menjawab, “Tidak!”, katakan kepadanya, “Jadi, sebenarnya kamu tidak senang melakukan itu?”
Atau bisa juga Ayah dan Bunda bertanya, “Apakah kamu akan dapat nilai yang bagus lagi di ulangan selanjutnya?” Lalu, ketika ia men-jawab, “Ya!”, katakan kepadanya, “Berarti, kamu akan dapat hadiah lagi nanti.”
BACA JUGA: Targhib dan Tarhib untuk Anak
Selain itu, Ayah dan Bunda wajib memberikan pemahaman kepada buah hati bahwa Allah selalu melihat dan mengawasinya. Allah akan memberi imbalan kepadanya jika berbuat baik, Allah akan meng-hukumnya jika berbuat buruk, dan Allah akan mengampuninya jika bertobat. []
Sumber: Rumahku Madrasah Pertamaku / Penulis: Dr. Khalid Ahmad Syantut / Penerbit: Maskana Media / Cetakan Kedua, Januai 2009
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam


