Sebagaimana sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim, dari ‘Abdullah bin ‘Amr, ia berkata, “Kami pernah tertinggal dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam suatu safar. Kami lalu menyusul beliau dan ketinggalan shalat yaitu shalat ‘Ashar. Kami berwudhu sampai bagian kaki hanya diusap (tidak dicuci, -pen). Lalu beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam memanggil dengan suara keras dan berkata, “Celakalah tumit-tumit dari api neraka.” Beliau menyebut dua atau tiga kali.
Jelas tertera dalam hadist di atas yang berisi ancaman bagi orang-orang yang anggota tubuhnya tidak sempurna terbasuh air wudhu. Rasulullah mengulangi ancaman itu sebanyak tiga kali. Maknanya ialah sangat penting bagi manusia untuk memerhatikan bagaimana proses wudhunya dilakukan. Agar tidak ada bagian yang luput dari terkena basuhan, agar ianya tidak menjadi bagian yang kelak akan dimasukkan ke dalam api neraka oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala.
Syaikh ‘Abdurrahman bin Nashir As Sa’di rahimahullah kitab At Ta’liqot ‘ala ‘Umdatil Ahkam menjelaskan, “Hadits di atas adalah ancaman untuk tumit (perkara yang kecil), namun ancaman ini berlaku juga untuk hal yang lebih dari itu. Karena jika tidak dimaafkan yang sepele seperti tumit, maka yang lebih dari itu tentu tidak dimaafkan.”
Diterangkan pada kitab yang sama oleh Syaikh As Sa’di, bahwa hadits ini juga menegaskan wajibnya menyempurnakan wudhu dan perintah membasuh anggota-anggota wudhu. Yang luput dari hal ini, ia terjerumus dalam dosa besar karena diancam dengan neraka seperti itu.
Syaikh As Sa’di juga mengatakan, “Jika menganggap sepele dalam berwudhu tercela, begitu pula berlebihan dan mendapati was-was dalam wudhu juga sama tercela.” []
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam


