JOIN GRUP WHATSAPP: Pusat Studi Islam

Renungan

Menjual Waktu dengan Pahala

Setiap kita harus meyakini bahwa segala hal yang diberikan Allah di dunia ini akan diminta pertanggungjawabannya di akhirat nanti. Dan salah satu nikmat besar yang Allah berikan kepada kita adalah nikmat waktu.

Rasulullah ﷺ bersabda, ”Tidak akan melangkahkan kedua kaki seorang hamba pada hari kiamat hingga di tanya empat perkara,” usianya, untuk apa digunakan, masa mudahnya, bagaimana ia habiskan, hartanya dari mana ia dapatkan dan pada jalan apa dia keluarkan, serta ilmunya, apa yang telah ia perbuat dengannya.” (HR. Al Bazzar dn Thabrani)

Diriwayatkan oleh Bukhari, Timizi dan Ibnu Majah dari Ibnu Abbas, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda, ”Dua kenikmatan yang banyak dilalaikan orang adalah kesehatan dan kesempatan.”

Bersegera untuk tidak menunda atau mengulur kesempatan berbuat baik juga mesti kita milik. Artinya, ketika kita berkesempatan melakukan ketaatan maka hendaknya kita melakukannya dengan segera, meskipun yang bisa kita lakukan hanya sedikit.

Karena bisikan untuk menunda pasti akan hadir memperdaya kita bersama keletihan kita setelah berkerja, rasa kantuk yang begitu berat, urusan keluarga yang belum selesai atau merasa bahwa masih ada kesempatan lain.

Semua itu menggoda kita untuk meninggalkan kebaikan yang sudah didepan mata, sehingga hilang percuma tanpa manfaat sampai kematian datang dan membawa kita ke liang lahat. Disana kita akan menyesal dan menyesal tidak ada berguna, seperti dijelaskan dalam firman Allah

“Dan infakkanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum kematian datang kepada salah seorang di antara kamu; lalu dia berkata (menyesali), “Ya Tuhanku, sekiranya Engkau berkenan menunda (kematian)ku sedikit waktu lagi, maka aku dapat bersedekah dan aku akan termasuk orang-orang yang saleh.” (QS Al Munaafiquun 10)

Sadari pula bahwa kesempatan kita hanya ada saat ini banyak orang yang menghabiskan waktunya dan melewati waktu-waktunya hanya perkara-perkara yang tak bernilai atau hanya untuk mengejar kesenangan dunia semata.

Semua energi dan potensi masa mudahnya dikerahkan untuk memenuhi syahwatnya.

Sementara, untuk amal kebaikan mereka berdalih bahwa masa depan masih panjang. Masih ada masa tua yang bisa di khususkan untuk memperbanyak ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah. []

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: wa.me/6285860492560 (silakan mendaftar terlebih dahulu)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam20
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam

Related posts
Renungan

Ikhtiar yang Besar VS Tawakkal yang Besar

Renungan

Obati Hati dengan Taubat

Renungan

Renungan Kelahiran dan Kematian

Renungan

Untukmu yang Bersedih

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *