JOIN GRUP WHATSAPP: Pusat Studi Islam

Uncategorized

Merawat Hati

Bagaimana cara merawat hati?

ۙ اِنْ يَّعْلَمِ اللّٰهُ فِيْ قُلُوْبِكُمْ خَيْرًا يُّؤْتِكُمْ خَيْرًا مِّمَّاۤ اُخِذَ مِنْكُمْ وَيَغْفِرْ لَـكُمْ ۗ وَا للّٰهُ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ

“…Jika Allah mengetahui ada kebaikan di dalam hatimu, niscaya Dia akan memberikan yang lebih baik dari apa yang telah diambil darimu dan Dia akan mengampuni kamu. Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.” (Al-Anfal: 70)

Sebagian orang bahkan tidak pernah meluangkan waktu dan memberikan anggaran belanja untuk perawatan hati.

BACA JUGA: Bila Prasangka Buruk Menghinggapi Hati Anda

Waktu untuk perawatan hati seperti menghadiri kajian agama, tilawah al-Quran, membaca buku agama, dzikir, dakwah dan ibadah lainnya sangat minim bila dibandingkan dengan waktu yang digunakan untuk perawatan fisik seperti belanja, bermain, berlibur, bersenang-senang dan lainnya.

Akibatnya, materialisme mendominasi kehidupan manusia, tak terkecuali sebagian Muslim.

Jadi, mereka lebih mengutamakan kehidupan dunia dari akhirat (al-A’la: 16-17), mudah menukar hidayah dan idealisme dengan kesesatan dan rupiah (alBaqarah: 175), mudah silau dan terkecoh oleh tampilan duniawi (al-Qashash: 79), dan mudah membatalkan janji setianya kepada Allah (ar-Ra’d: 26).

Sudah banyak fakta kehidupan yang menunjukkan bahwa materialisme hanya menghadirkan nestapa dalam kehidupan.

Sudah tiba waktunya untuk membuat titik balik kehidupan dengan kembali memerhatikan hati dan menundukkannya kepada ajaran-ajaran al-Qur’an.

Pada titik inilah al-Quran mengetuk hati kita semua agar segera menyadari kesalahan prinsip hidup materialisme yang menyingkirkan peran hati dalam kehidupan:

BACA JUGA:  Qanaah dan Hati

اَلَمْ يَأْنِ لِلَّذِيْنَ اٰمَنُوْۤا اَنْ تَخْشَعَ قُلُوْبُهُمْ لِذِكْرِ اللّٰهِ وَمَا نَزَلَ مِنَ الْحَـقِّ ۙ وَلَا يَكُوْنُوْا كَا لَّذِيْنَ اُوْتُوا الْكِتٰبَ مِنْ قَبْلُ فَطَا لَ عَلَيْهِمُ الْاَ مَدُ فَقَسَتْ قُلُوْبُهُمْ ۗ وَكَثِيْرٌ مِّنْهُمْ فٰسِقُوْنَ

“Belum tibakah waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk secara khusyuk mengingat Allah dan mematuhi kebenaran yang telah diwahyukan (kepada mereka)

dan janganlah mereka (berlaku) seperti orang-orang yang telah menerima Kitab sebelum itu, kemudian mereka melalui masa yang panjang sehingga hati mereka menjadi keras. Dan banyak di antara mereka menjadi orang-orang fasik.” (Al-Hadid: 16). []

SUMBER: ROBANI MEDIA TAMA

 

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam

Related posts
Uncategorized

Orang-Orang yang Masuk Surga tanpa Hisab

Uncategorized

Larangan Dengki

Uncategorized

Tangis di Abwa

Uncategorized

Mengabaikan Ucapan Buruk Orang Lain kepadamu

Leave a Reply