Alzheimer atau pikun dalam Islam merupakan simbol kebesaran Allah, menunjukkan bahwa manusia memiliki begitu banyak kekurangan dan kelemahan dan tidak dapat dibandingkan dengan Allah, yang Maha Mengetahui segala sesuatu dan Maha Kuasa.
Seperti firman Allah dalam Qur’an Surat An Nahl/16:70 “Allah menciptakan kamu, kemudian mewafatkan kamu; dan di antara kamu ada yang dikembalikan kepada umur yang paling lemah (pikun), supaya dia tidak mengetahui lagi sesuatupun yang pernah diketahuinya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa.”
Kata Ardhal yang digunakan dalam ayat tersebut bermakna kelemahan yang tidak dapat kembali, berupa melemahnya indra, serta kemampuan berbicara dan berpikir yang dialami orang yang sudah tua.
Di ayat yang lain, Qur’an Surat Yasin/36:68 Allah berfirman “Dan barangsiapa yang Kami panjangkan umurnya niscaya Kami kembalikan dia kepada kejadian(nya) Maka apakah mereka tidak memikirkan?”
BACA JUGA: Jangan Sampai Jadi Buta Huruf Al-Quran
Yang dimaksud dengan kembali kepada kejadiannya, adalah kembali menjadi lemah dan kurang akal. Sebagaimana gejala dari Alzheimer sendiri adalah hilangnya memori dan berkurangnya kemampuan kognitif secara bertahap, hingga menjadi tidak tahu apa-apa setelah dulunya mengetahui banyak hal.
Hal ini berbeda dengan kondisi saat orang lupa sesuatu tapi akan mengingatnya kembali, pasien Alzheimer sangatlah jarang mengingat apa yang telah dilupakan.Tidak hanya lupa, pasien Alzheimer hampir tidak bisa lagi melakukan kegiatan sehari-hari yang dulu mudah dilakukan. Maka disebutkan di ayat tersebut kembali ke kejadiannya, seperti bayi yang tidak bisa melakukan apa-apa.
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam


