JOIN GRUP WHATSAPP: Pusat Studi Islam

Kajian

Pahala Berinfak

“Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir: seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui,” (QS. Al-Baqarah ayat 261).

“Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkah hartanya di jalan Allah), maka Allah akan melipatgandakan peembayaran kepadanya dengan kelipatan yang banyak. Dan Allah menyemitkan dan melapangkan (rezeki), dan kepada-Nya lah kamu dikembalikan,” (QS. Al-Baqarah ayat 245).

Dalam ayat ini Allah SWT memerintahkan kaum muslimin untuk berinfak di jalan-Nya. Allah Azza wa Jalla menyebut infak sebagai pinjaman untuk menegaskan bahwa harta itu pasti dikembalikan kepada orang yang berinfak.

Dan Allah akan mengembalikan pinjaman itu kepad orangnya dengan jumlah yang lebih banyak. Lebih banyak menurut Allah berarti tidak terhitung. Sadari bahwa Allah lah yang meluaskan atau menyempitkan rezeki.

Oleh karena itu, berinfaklah dan jangan pedulikan karena rezeki mutlak berada dalam kekuasaan-Nya. Dia maha kuasa untukk menyemitkan orang yang Dia kehendaki, dan maha kuasa pula untuk meluaskannya bagi yang Dia kehendaki. []

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam

Related posts
Kajian

3 Jenis Hati Manusia

Kajian

Kedudukan Kesalahan atau Dosa yang Tidak Disengaja, Lupa, dan Dipaksa

Kajian

Apa Itu Syafa'at dan Pembagiannya?

Kajian

Kedudukan Shalat dalam Islam

Leave a Reply