Ar-Rabi’ bin Khutsaim. Adalah salah satu tokoh tabi’in. Ia berguru kepada Abdullah bin Mas’ud, dan menjadi orang yang paling dekat dengannya.
Pada perjalanan hidupnya, Ar-Rabi’ mengalami kelumpuhan.
Satu kali, saat sedang berbincang. Didengarnya kumandang adzan Dzuhur. Ia menoleh pada putranya, “Mari kita penuhi seruan Allah.”
“Bantulah saya untuk memapah beliau. Semoga Allah membalas kebaikan Anda berdua,” Sang putra berkata kepada Hilal bin Yisaf dan Mundzir bin Ya’la, yang hari itu bertamu ke rumah Ar-Rabi’.
Ar-rabi’ berangkat ke masjid sembari dipapah. Menggelayut diantara yang memapahnya. Kedua kakinya dijuntaikan, membuat garis di tanah yang dilalui.
Di tengah perjalanan, Mundzir berkata, “Wahai Abu Yazid, Allah telah memberi keringanan untuk Anda, bukankah ada baiknya Anda laksanakan shalat di rumah?”
“Engkau benar,” Jawab Ar-Rabi.
“Tetapi aku telah mendengar muadzin memanggil,
حَيَّ عَلَى الْفَلاَحِ حَيَّ عَلَى الْفَلاَحِ
‘Mari kita raih keberuntungan mari kita raih keberuntungan'”
Ar-Rabi’ kembali melanjutkan perkataannya, “Siapa diantara kalian mendengar penyeru yang menyeru pada keberuntungan, maka hendaklah ia memenuhi seruannya walaupun harus merangkak.” []
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam


