JOIN GRUP WHATSAPP: Pusat Studi Islam

Nasihat

Saudaraku, Jangan Biarkan Waktumu Hilang Sia-Sia

40 Tahun

Saudaraku, ada satu nasihat Rasulullah ﷺ yang sungguh singkat, tetapi dalam maknanya:

“Di antara kebaikan Islam seseorang adalah meninggalkan hal yang tidak bermanfaat.” (HR. Tirmidzi no. 2317 dan Ibnu Majah no. 3976)

Nasihat ini tidak hanya sekadar petuah kosong. Ia adalah kunci yang membuka pintu keberkahan hidup di dunia dan keselamatan di akhirat. Sebab waktu yang kita miliki adalah amanah. Setiap detiknya akan dimintai pertanggungjawaban, sebagaimana sabda Rasulullah ﷺ:

“Tidak akan bergeser kedua kaki seorang hamba pada hari kiamat hingga ia ditanya tentang empat perkara: tentang umurnya untuk apa ia habiskan, tentang ilmunya untuk apa ia amalkan, tentang hartanya dari mana ia peroleh dan untuk apa ia belanjakan, serta tentang tubuhnya untuk apa ia gunakan.” (HR. Tirmidzi no. 2417)

BACA JUGA:  Nasihat Tidak Berguna, Saudaraku?

Saudaraku, jika kita jujur bertanya pada diri sendiri, berapa banyak waktu yang terbuang percuma? Kita duduk berjam-jam di depan layar, menonton atau membaca hal-hal yang tak ada kaitannya dengan manfaat. Kita sibuk membahas urusan orang lain, berdebat tanpa ilmu, atau sekadar ikut tren yang sama sekali tak mendekatkan diri kepada Allah.

Padahal, para ulama salaf sangat menjaga waktu mereka. Hasan al-Bashri rahimahullah berkata:

“Wahai anak Adam, engkau hanyalah kumpulan hari. Setiap kali satu harimu pergi, maka sebagian dari dirimu juga pergi.” (Lihat Hilyatul Awliya, 2/148)

Saudaraku, dalam riwayat lain juga dijelaskan bahwa salah satu tanda Allah Ta’ala sedang berpaling dari seorang hamba adalah ketika Allah membiarkannya sibuk dengan sesuatu yang sia-sia.

“Di antara tanda Allah berpaling dari seorang hamba, Allah menjadikannya sibuk dalam hal yang sia-sia sebagai tanda Allah menelantarkannya.” (At-Tamhid, Hadist ke-21 hal. 200)

Bayangkan, saudaraku, betapa berbahayanya keadaan ini. Bukan hanya kita kehilangan waktu, tetapi juga kehilangan perhatian dan rahmat dari Allah.

Karena itu, mari kita renungkan kembali: apakah yang sedang kita lakukan hari ini benar-benar bermanfaat? Ataukah hanya pengisi waktu, pelarian dari rasa bosan, atau sekadar mengikuti arus?

Saudaraku, Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

“Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman, mengerjakan amal saleh, saling menasihati dalam kebenaran dan saling menasihati dalam kesabaran.” (QS. Al-‘Ashr: 1–3)

Ayat ini seakan mengguncang hati kita. Allah bersumpah demi masa – karena waktu adalah nikmat agung yang sering kita abaikan. Dan setiap manusia dalam keadaan merugi, kecuali yang mengisi hidupnya dengan iman, amal saleh, dan saling menasihati dalam kebaikan.

Saudaraku, Imam Ibnul Qayyim rahimahullah berkata:

“Membuang waktu lebih berbahaya daripada kematian. Karena kematian hanya memisahkanmu dari dunia, sedangkan membuang waktu memisahkanmu dari Allah dan akhirat.” (Lihat Al-Fawaid, hal. 233)

Betapa sering kita terjebak pada hal-hal yang tak membawa kebaikan. Dari obrolan tak penting, tontonan yang melalaikan, sampai aktivitas yang tampak seru tetapi kosong dari makna.

Saudaraku, Allah menciptakan kita bukan untuk main-main.

“Maka apakah kamu mengira bahwa Kami menciptakan kamu secara main-main (saja) dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami?” (QS. Al-Mu’minun: 115)

Maka hendaknya kita selalu mengingat akhir perjalanan kita: kematian, alam kubur, dan hari pembalasan. Setiap detik adalah peluang untuk menabung pahala, bukan untuk dibuang percuma.

BACA JUGA:  Saudaraku, Agar Hidup Kita Selamat, Bertakwalah

Saudaraku, mari mulai hari ini, kita biasakan bertanya pada diri sendiri sebelum memulai sesuatu: “Apakah ini bermanfaat bagiku di dunia dan akhirat?” Jika iya, lanjutkan dan niatkan karena Allah. Jika tidak, tinggalkan, dan carilah sesuatu yang lebih berguna.

Karena waktu, sekali pergi, tidak akan pernah kembali. Dan kita, suatu hari nanti, akan menyesal bukan karena terlalu banyak beramal, tetapi karena terlalu banyak menyia-nyiakan waktu.

“Maka barang siapa yang mengerjakan kebaikan seberat zarrah, niscaya ia akan melihat balasannya. Dan barang siapa yang mengerjakan kejahatan seberat zarrah, niscaya ia akan melihat balasannya pula.” (QS. Az-Zalzalah: 7–8)

Semoga Allah menjadikan kita termasuk orang-orang yang memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya, hingga kita wafat dalam keadaan husnul khatimah. []

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam

Related posts
Nasihat

Saudaraku, Hati-hatilah terhadap Makanan Haram, Doa Jadi Tertolak

Nasihat

Mutiara Nasihat tentang Tahajjud

Nasihat

Perbanyak Saudara, Engkau Akan Bahagia

Nasihat

Ridho Allah padamu