Iblis mengaburkan hakikat, talbisnya, atas ahli ibadah sehingga mereka memperbanyak shalat malam. Di antara mereka bahkan shalat sepanjang malam. Dia lebih senang shalat malam dan shalat Dhuha daripada shalat wajib. Dia tertidur saat menjelang fajar hingga luput dari shalat wajib. Atau dia terbangun kemudian bersiap untuk shalat, namun luput dari shalat berjamaah. Atau dia akan bangun di pagi hari dalam keadaan malas, sehingga tak bisa bekerja untuk mencari nafkah bagi keluarganya.
Aku pernah melihat seorang syaikh ahli ibadah yang bernama Husain al-Quzwaini. Saat siang hari, dia sering berjalan kaki di Masjid Jami al-Manshur. Aku menanyakan alasan rutinitas itu. Lalu dijawab: “Agar dia tidak tidur.” Maka dapat ditegaskan; Ini adalah kejahilan terhadap syariat dan akal sehat.
BACA JUGA: Talbis Iblis atas Ahli Ibadah dalam Perkara Shalat
Kejahilan terhadap syariat, karena Nabi bersabda:
(( إِنَّ لِنَفْسِكَ عَلَيْكَ حَقًّا، فَقُمْ وَنَمْ ))
“Sesungguhnya dirimu memiliki hak yang harus engkau penuhi. Karena itu, bangunlah dan tidurlah.”
Dan dalam riwayat lainnya disebutkan bahwa beliau pernah bersabda:
Demikian juga shalat sunnah pada malam hari. Karena hukum asal dari berdzikir, berdoa, dan membaca al-Qur-an adalah dibaca lirih serta tidak dengan keras. Saya memiliki sebuah risalah yang sudah lama saya tulis terkait hal ini. Semoga Allah menganugerahi saya semangat untuk mengoreksinya untuk diterbitkan lagi.
(( عَلَيْكُمْ هَدْيًا قَاصِدًا، فَإِنَّهُ مَنْ يُشَادَّ هَذَا الدِّينَ يَغْلِبُهُ . ))
“Hendaknya kalian mengikuti petunjuk dengan bersahaja. Karena siapa saja yang berlebih-lebihan dalam agama ini, niscaya dia akan terkalahkan.”
BACA JUGA: Talbis Iblis atas Ahli Ibadah dalam Membersihkan Diri Sendiri dari Najis dan Hadats
Dari Anas bin Malik, bahwasanya dia menuturkan apa yang dialaminya:
(( دَخَلَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْمَسْجِدَ، وَحَبْلُ مَمْدُودُ بَيْنَ سَارِيَتَيْنِ، فَقَالَ: (( مَا هَذَا ؟ (( قَالُوا: لِزَيْنَبَ ، تُصَلِّي، فَإِذَا كَسِلَتْ أَوْ فَتَرَتْ أَمْسَكَتْ بِهِ. فَقَالَ: حُلُّوهُ، لِيُصَلِّ أَحَدُكُمْ نَشَاطَهُ، فَإِذَا كَسِلَ أَوْ فَتَرَ فَلْيَقْعُدُ. ))
“Rasulullah masuk ke dalam masjid, dan saat itu ada tali yang membentang di antara dua tiang masjid. Beliau lalu bertanya: ‘Apa ini?” Para Sahabat pun menjawab: “Tali milik Zainab untuk shalat. Saat malas atau lelah dia berpegangan dengannya (tali tersebut). Maka beliau memerintahkan: ‘Lepaskanlah tali ini. Hendaklah masing-masing dari kalian mengerjakan shalat ketika bersemangat. Jika dia malas atau lelah, hendaknya dia duduk.” []
Dari Aisyah, dia menuturkan; Bahwa Rasulullah pernah bersabda:
(( إِذَا نَعِسَ أَحَدُكُمْ فَلْيَرْقُدْ حَتَّى يَذْهَبَ عَنْهُ النَّوْمُ، فَإِنَّهُ إِذَا صَلَّى وَهُوَ يَنْعَسُ ، لَعَلَّهُ يَذْهَبُ لِيَسْتَغْفِرَ، فَيَذْهَبُ فَيَسُبُّ نَفْسَهُ . ))
“Apabila salah seorang dari kalian mengantuk, hendaknya dia tidur sampai hilang kantuknya. Sebab apabila dia shalat dalam keadaan mengantuk, boleh jadi dia ingin memohon ampun, tetapi (dikarenakan mengantuk) dia malah mencela dirinya sendiri. ” []
Sumber: Al-Muntaqa An-Nafis min Talbîs Iblîs (Talbis Iblis – Tipu Daya dan Perangkap Iblis ddalam Upaya Menjerumuskan Manusia Ke Jurang Kehancuran / Penulis: Ibnul Jauzi / Penerbit: : Dar Ibnul Jauzi Riyadh KSA / Cet. I 1429 Η / Pustaka Imam Syafi’i / Cetakan Keenam Jumadil Ula 1442 H / Desember 2020 M
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam


