Banyak nash shahih yang menunjukkan, salah satu di antara tanda hari Kiamat yaitu banyak terjadinya kekacauan, peperangan dan pembunuhan. Juga munculnya banyak fitnah di tengah-tengah kaum muslimin yang berbentuk perpecahan, yang berakhir saling mengkafirkan dan menfasikkan, bahkan diakhiri dengan pembunuhan, merajalelanya kemaksiatan di kota-kota dan desa-desa.
إِنَّ مِنْ أَشْرَاطِ السَّاعَةِ أَنْ يُرْفَعَ الْعِلْمُ وَيَكْثُرَ الْجَهْلُ وَيَكْثُرَ الزِّنَا وَيَكْثُرَ شُرْبُ الْخَمْرِ وَيَقِلَّ الرِّجَالُ وَيَكْثُرَ النِّسَاءُ حَتَّى يَكُونَ لِخَمْسِينَ امْرَأَةً الْقَيِّمُ الْوَاحِدُ
Sesungguhnya di antara tanda hari Kiamat adalah ilmu diangkat, kebodohan muncul, perzinaan merajalela, minum minuman keras merebak luas, kaum pria sedikit dan kaum wanita banyak hingga lima puluh orang wanita hanya memiliki satu orang laki-laki yang menanggung urusan mereka. [HR Bukhari dan Muslim].
Yang dimaksud dengan ilmu dalam hadits ini, ialah ilmu syariat. Yaitu ilmu yang menunjukkan manusia ke jalan yang lurus, menuju kebahagiaan dunia dan akhirat, ilmu yang mengenalkan Allah beserta nama-nama dan sifat-sifatNya, ilmu yang menunjukkan cara beribadah yang benar kepada Allah, gambaran bermuamalah yang baik dengan sesama kaum muslimin, dan lain-lain.
BACA JUGA: Tanda Kiamat Menurut Al-Quran dan Hadits
Dalam hadits lain, yang diriwayatkan Imam Bukhari, menerangkan proses terangkatnya ilmu, yaitu :
إِنَّ اللَّهَ لاَ يَقْبِضُ الْعِلْمَ انْتِزَاعًا يَنْتَزِعُهُ مِنْ الْعِبَادِ وَلَكِنْ يَقْبِضُ الْعِلْمَ بِقَبْضِ الْعُلَمَاءِ حَتَّى إِذَا لَمْ يُبْقِ عَالِمًا اتَّخَذَ النَّاسُ رُءُوسًا جُهَّالاً فَسُئِلُوا فَأَفْتَوْا بِغَيْرِ عِلْمٍ فَضَلُّوا وَأَضَلُّوا.
Sesungguhnya Allah tidak mencabut ilmu secara langsung dengan mengambilnya dari para hamba, tetapi dengan mewafatkan para ulama. Sampai bila tidak menyisakan satu orang pun, maka manusia mengangkat pemimpin yang bodoh. Mereka ditanya, maka mereka (tokoh-tokoh itu, red) memberi fatwa tanpa dasar ilmu, sehingga dia sesat dan menyesatkan.
Ulama memberikan beragam penafsiran tentang makna “ilmu diangkat”. Di antaranya, yaitu “hilang dari hati kaum muslimin” atau “matinya para ulama” atau “orang-orang menghafal Al Qur’an, tetapi tidak mengamalkannya” atau “ilmunya tidak bermanfaat”.
Kesimpulan dari semua itu, maka yang tersisa kebanyakan adalah orang yang jahil (tidak berilmu). Akibatnya, manusia mendaulat pimpinan orang yang kosong dari ilmu, sesat dan sekaligus menyesatkan orang lain. Karena, apabila orang itu ditanya, dia menjawabnya tanpa dasar ilmu.
Kemudian tentang menjamurnya perzinaan dan minuman keras, diakui atau tidak, kedua kemaksiatan ini sudah menyebar di seluruh pelosok dunia, kecuali daerah-daerah atau orang-orang yang mendapat rahmat dari Allah. Bahkan keduanya telah menjadi komoditas perdagangan. Namun alhamdulillah, sebagaimana disebutkan dalam hadits riwayat Muslim, bahwa akan senantiasa ada sekelompok orang dari umat Islam yang berpegang teguh kepada kebenaran sampai datangnya hari kiamat.
لاَ تَزَالُ طَائِفَةٌ مِنْ أُمَّتِي ظَاهِرِينَ عَلَى الْحَقِّ لاَ يَضُرُّهُمْ مَنْ خَذَلَهُمْ حَتَّى يَأْتِيَ أَمْرُ اللَّهِ وَهُمْ كَذَلِكَ
Senantiasa ada satu kelompok dari umatku yang selalu berpegang teguh di atas kebenaran. Orang yang enggan menolong mereka, tidak akan merugikan mereka sampai datang keputusan Allah.
Maksudnya, sekalipun keadaan tidak menentu, mereka tetap berpegang teguh dengan Al Qur’an dan Sunnah yang shahih dan mengikuti jejak para salaful ummah (para sahabat dan orang-orang yang mengikuti mereka).
Imam Muslim meriwayatkan bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam memohon tiga hal kepada Allah untuk umatnya. Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata (yang artinya) : Dan aku mohon kepada Rabb-ku untuk umatku agar Allah tidak membinasakan mereka dengan wabah kelaparan yang merata dan agar Allah tidak memberikan kemenangan kepada musuh sehingga musuh dapat menguasai kaum muslimin. Dan Rabb-ku berfirman: “Wahai, Muhammad! Jika Aku sudah menetapkan satu ketetapan, maka tidak akan tertunda. Aku tidak akan membinasakan mereka (kaum muslimin) dengan musibah kelaparan yang merata, dan Aku tidak akan memberikan kemenangan kepada musuh sehingga bisa menaklukkan kaum muslimin, kendatipun mereka bersatu dari seluruh penjuru dunia, sampai mereka sendiri saling membinasakan dan saling melakukan penawanan”. Perkara yang aku khawatirkan atas umaku adalah para imam (panutan) yang menyesatkan. Dan jika pedang sudah terhunus, maka tidak akan disarungkan lagi sampai Kiamat tiba. Dan Kiamat tidak akan terjadi sampai ada sebagian kelompok dari umatku yang meniru kaum musyrik, dan sampai sebagian umatku menyembah patung. Dan sesungguhnya akan muncul di tengah umatku tiga puluh pendusta. Mereka mengklaim dirinya nabi, padahal aku adalah penutup para nabi. Tidak ada nabi sepeninggalku. Dan tetap ada sebagian kelompok dari umatku berada di atas al haq.
Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam memberitahukan bahwa doanya untuk umatnya dikabulkan dalam dua perkara saja. Sedangkan yang ketiga tidak diterima.
BACA JUGA: 10 Anggota Tubuh yang Akan Berbicara di Hari Kiamat
Beliau memberitakan:
Akan terjadi pertumpuhan darah di antara umatnya. Dan kalau sudah terjadi, maka tidak akan berakhir sampai hari Kiamat.
Sebagian umatnya akan menghancurkan sebagian yang lain, dan akan saling menawan
Bagaimanakah kalau fitnah tersebut terjadi? Kita, umat Islam harus berhati-hati, harus menghindari fitnah tersebut, sebagaimana disebutkan dalam hadits bahwa yang berjalan lebih baik daripada yang berlari, yang duduk lebih baik daripada berjalan, dan seterusnya.
أَنَّ أَبَا هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سَتَكُونُ فِتَنٌ الْقَاعِدُ فِيهَا خَيْرٌ مِنْ الْقَائِمِ وَالْقَائِمُ فِيهَا خَيْرٌ مِنْ الْمَاشِي وَالْمَاشِي فِيهَا خَيْرٌ مِنْ السَّاعِي وَمَنْ يُشْرِفْ لَهَا تَسْتَشْرِفْهُ وَمَنْ وَجَدَ مَلْجَأً أَوْ مَعَاذًا فَلْيَعُذْ بِهِ
Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Akan terjadi banyak fitnah. Pada masa itu, orang yang duduk lebih baik daripada orang yang berdiri. Orang yang berdiri lebih baik daripada orang berjalan. Orang yang berjalan lebih baik daripada orang berlari. Barangsiapa yang melawannya, ia akan tergilas. Barangsiapa menemukan tempat berlindung, maka hendaklah ia berlindung diri di sana. [HR Bukhari]. []
SUMBER: ALMANHAJ.OR.ID
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam


