Rasulullah bersabda, “Setiap bayi dilahirkan dalam ke-adaan fitrah Kedua orangtuanya yang ang menjadikan dia Yahudi atau Nasrani.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Tahukah Ayah dan Bunda apa yang dimaksud dengan fitrah? Menurut Al-‘Ainy, fitrah yang dimaksud adalah Islam. Maka, jika fitrah Itu tidak diubah, anak kita akan tetap beragama Islam. la tidak akan meninggalkannya karena agama Islam sudah ada di dalam jiwanya.
Lalu, bagaimana jika ada anak yang berpaling dari Islam? Tak lain tak bukan, penyebabnya adalah kesalahan kita sebagai orangtuanya. Kita mengetahui fitrahnya, tapi menarik sang buah hati keluar dari fitrah tersebut. Nah, di situlah pentingnya peran kepemimpinan orangtua dalam keluarga, khususnya ayah
BACA JUGA: Tujuan Hukuman pada Anak dalam Pendıdıkan Islam
Rasulullah bersabda, “Masing-masing kalian adalah pemimpin yang akan dimintai pertanggungjawaban atas apa yang kalian pimpin Penguasa adalah seorang pemimpin yang dimintai pertanggungjawaban atas rakyatnya. Laki-laki adalah pemimpin keluarganya la akan dimintai pertanggungjawaban atas keluarganya Seorang wanita juga pemimpin di rumah suaminya la akan dimintai pertanggungjawaban atas rumah suaminya tersebut.” (HR. Bukhari)
Ya, kita, para ayah, adalah pemimpin keluarga. Maksudnya, menurut Al-Khataby, ayahlah yang mengatur urusan keluarga dan menunai-kan hak-hak keluarga.
Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya Allah akan bertanya kepada se-tiap pemimpin tentang amanat yang telah Allah titipkan kepadanya Apakah ia jaga atau ia sia-siakan” (HR. An-Nasai)
Apa definisi pemimpin? Di jelaskan oleh Imam Nawawi, pemimpin adalah orang yang paling dipercaya dalam memegang teguh amanat dan menjaga semua yang menjadi tanggung jawabnya.
BACA JUGA: Targhib dan Tarhib untuk Anak
Maka, amanat kita sebagai orangtua adalah sang buah hati Hatinya yang suci laksana permata polos menunggu untuk diukir oleh kita sebagai orangtuanya. (Imam Ghazali)
Ayah dan Bunda, sejalan dengan pernyataan di atas, Ibnul Qayyim menegaskan bahwa pada Hari Kiamat, Allah akan bertanya kepada setiap ayah tentang anaknya sebelum Dia bertanya kepada seti-ap anak tentang ayahnya. Kewajiban para orangtua untuk berbuat baik kepada anaknya akan dipertanggungjawabkan terlebih dahulu di hadapan Allah sebelum kewajiban anak untuk berbakti kepada orangtuanya. []
Sumber: Rumahku Madrasah Pertamaku / Penulis: Dr. Khalid Ahmad Syantut / Penerbit: Maskana Media / Cetakan Kedua, Januai 2009
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam


