Shalat witir adalah shalat sunnah yang dikerjakan dengan jumlah rakaat ganjil sebagai penutup shalat malam. Kata witir berarti ganjil, sesuai dengan jumlah rakaatnya.
Rasulullah ﷺ sangat menekankan pelaksanaan shalat witir. Dalam hadits shahih beliau bersabda:
“Jadikanlah akhir shalat kalian di malam hari adalah shalat witir.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Mayoritas ulama dari mazhab Syafi’i, Maliki, dan Hanbali sepakat bahwa shalat witir hukumnya sunnah mu’akkadah (sunnah yang sangat ditekankan). Bahkan Imam Ahmad رحمه الله menyatakan bahwa orang yang terus-menerus meninggalkan witir patut diragukan kesaksiannya.
BACA JUGA: Tata Cara Mandi Haid yang Diajarkan Nabi
Waktu Pelaksanaan Shalat Witir
Waktu shalat witir dimulai setelah shalat Isya hingga terbit fajar (masuk waktu Subuh).
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Sesungguhnya Allah telah menambahkan satu shalat bagi kalian, yaitu shalat witir. Maka kerjakanlah ia di antara shalat Isya dan terbitnya fajar.”
(HR. Abu Dawud, Tirmidzi, dan Ahmad)
Waktu yang paling utama adalah di akhir malam, bagi orang yang yakin dapat bangun. Namun bagi yang khawatir tidak terbangun, dianjurkan mengerjakannya sebelum tidur.
Jumlah Rakaat Shalat Witir
Shalat witir dikerjakan dengan jumlah rakaat ganjil, dan seluruhnya dicontohkan oleh Rasulullah ﷺ:
1 rakaat (minimal yang sah)
3 rakaat (paling umum)
5, 7, 9, hingga 11 rakaat
Dari Ibnu Umar رضي الله عنه, Rasulullah ﷺ bersabda:
“Shalat malam itu dua rakaat-dua rakaat. Jika salah seorang dari kalian khawatir masuk waktu Subuh, maka shalatlah satu rakaat untuk menjadikan ganjil shalat yang telah dikerjakannya.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Tata Cara Shalat Witir yang Dicontohkan Nabi ﷺ
1. Tata Cara Umum
Shalat witir dikerjakan seperti shalat pada umumnya:
Niat
Takbiratul ihram
Membaca Al-Fatihah dan surat
Rukuk, i’tidal, sujud
Duduk tasyahud (di rakaat terakhir)
Salam
2. Tata Cara Witir 3 Rakaat (Paling Masyrur)
Rasulullah ﷺ pernah mengerjakan witir 3 rakaat tanpa duduk tasyahud awal, langsung tiga rakaat seperti shalat Maghrib namun tanpa tasyahud di rakaat kedua.
Dari Ubay bin Ka’ab رضي الله عنه, beliau berkata bahwa Rasulullah ﷺ membaca:
Rakaat pertama: Surat Al-A’la
Rakaat kedua: Surat Al-Kafirun
Rakaat ketiga: Surat Al-Ikhlas
(HR. Abu Dawud, An-Nasa’i, dan Ahmad)
Dalam sebagian riwayat, setelah Al-Ikhlas ditambah membaca Al-Falaq dan An-Nas.
Dzikir Setelah Shalat Witir
Di antara dzikir yang dicontohkan Rasulullah ﷺ setelah salam adalah membaca:
سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوسِ
(Subḥānal-Malikil-Quddūs)
Dibaca tiga kali, dan pada bacaan ketiga dikeraskan suaranya.
(HR. Abu Dawud dan An-Nasa’i)
Keutamaan Shalat Witir
Shalat witir termasuk ibadah yang sangat dicintai Rasulullah ﷺ. Dalam hadits lain beliau bersabda:
“Wahai ahli Al-Qur’an, kerjakanlah shalat witir, karena sesungguhnya Allah itu Maha Esa dan mencintai yang ganjil.”
(HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)
Shalat witir menjadi penyempurna shalat malam, penutup ibadah harian seorang mukmin, serta tanda kecintaan kepada sunnah Nabi ﷺ.
BACA JUGA: Hukum dan Tata Cara Mengusap Kedua Telinga dalam Wudhu
Kesimpulan
Tata cara shalat witir yang dicontohkan Rasulullah ﷺ menunjukkan keluwesan dan kemudahan:
Dikerjakan setelah Isya hingga Subuh
Jumlah rakaat ganjil, paling umum 3 rakaat
Bacaan dan tata caranya sesuai shalat biasa
Qunut witir dianjurkan namun tidak wajib
Ditutup dengan dzikir dan doa
Dengan menjaga shalat witir, seorang Muslim telah menghidupkan sunnah yang agung dan mendapatkan keutamaan besar di sisi Allah ﷻ. []
📚 Daftar Sumber Rujukan
Al-Bukhari, Shahih Al-Bukhari
Muslim, Shahih Muslim
Abu Dawud, Sunan Abu Dawud
At-Tirmidzi, Sunan At-Tirmidzi
An-Nasa’i, Sunan An-Nasa’i
Imam Ahmad, Musnad Ahmad
Ibnu Qudamah, Al-Mughni
An-Nawawi, Al-Majmu’ Syarh Al-Muhadzdzab
Syaikh Bin Baz, Majmu’ Fatawa
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam


