Sahabat yang beriman, yang benar-benar patuh dan taat dalam beragama penting karena Allah mengizinkan mereka untuk membantu sahabat-sahabat mereka daripada terus disiksa di dalam api neraka kelak. Ya, sahabat juga mampu memberi syafaat kepada sahabatnya yang lain.
Ibnul Jauzi rahimahullah pernah berkata kepada sahabat-sahabatnya,
إن لم تجدوني في الجنة بينكم فاسألوا عني وقولوا : يا ربنا عبدك فلان كان يذكرنا بك
”Jika kalian tidak menemukan aku di surga, maka tanyakanlah tentang aku kepada Allah.
Ucapkan: ’Wahai Rabb kami, hambaMu fulan, dulu dia pernah mengingatkan kami untuk mengingat Engkau.”
BACA JUGA: Bertemanlah dengan Orang yang Sholeh
Kemudian beliau menangis.
Imam Ibnul Jauzi sendiri gusar kalau-kalau beliau sendiri tidak mampu mengikut jejak langkah sahabatnya di akhirat kelak. Bayangkan, sahabat yang bersama-sama bersolat di sebelah ketika di dunia, yang sama-sama menunaikan umrah, yang sama-sama berpuasa, tiba-tiba apabila di akhirat mereka masuk syurga namun tidak kita.
Rasulullah ﷺ pernah bersabda:
“Demi Allah Yang jiwaku ada di tanganNya. Tidak ada seorangpun diantara kamu yang lebih bersemangat di dalam menyerukan permohonannya kepada Allah untuk mencari cahaya kebenaran, dibandingkan dengan kaum Mu’minin ketika memohonkan permohonannya kepada Allah pada hari Kiamat untuk (menolong) saudara-saudaranya sesama kaum Mu’minin yang berada di dalam Neraka. Mereka berkata: “Wahai Rabb kami, mereka dahulu berpuasa, solat dan berhaji bersama-sama kami.”
Maka dikatakan (oleh Allah) kepada mereka: “Keluarkanlah oleh kalian (dari Neraka) orang-orang yang kalian tahu!”. Maka bentuk-bentuk fisik merekapun diharamkan bagi Neraka (untuk membakarnya).
Kemudian orang-orang Mu’min ini mengeluarkan sejumlah banyak orang yang dibakar oleh Neraka sampai pada pertengahan betis dan lututnya.
Kemudian orang-orang Mu’min ini berkata:
“Wahai Rabb kami, tidak ada lagi di Neraka seorangpun yang engkau perintahkan untuk mengeluarkannya”.
Allah berfirman: “Kembalilah! Siapa saja yang kalian dapati di dalam hatinya terdapat kebaikan seberat satu dinar, maka keluarkanlah (dari Neraka)!”. Maka merekapun mengeluarkan sejumlah banyak orang dari Neraka.
Kemudian mereka berkata lagi: “Wahai Rabb kami, tidak ada lagi seorangpun yang kami sisakan dari orang yang Engkau perintahkan untuk kami mengeluarkannya”.
Allah berfirman: “Kembalilah! Siapa saja yang kalian dapati di dalam hatinya terdapat kebaikan seberat setengah dinar, maka keluarkanlah (dari Neraka)”. Merekapun mengeluarkan sejumlah banyak orang.
Selanjutnya mereka berkata lagi: “Wahai Rabb kami, tidak ada seorangpun yang Engkau perintahkan, kami sisakan (tertinggal di Neraka)”.
Allah berfirman: “Kembalilah! Siapa saja yang kalian dapati di dalam hatinya terdapat kebaikan seberat biji dzarrah, maka keluarkanlah (dari Neraka)”. Maka merekapun mengeluarkan sejumlah banyak orang.
Kemudian mereka berkata: “Wahai Rabb kami, tidak lagi kami menyisakan di dalamnya seorangpun yang mempunyai kebaikan.”
BACA JUGA: Manusia yang Pertama Kali Dihisab pada Hari Kiamat
Pada waktu itu Abu Sa’id al Khudri mengatakan:
“Apabila kalian tidak mempercayai hadits ini, maka jika kalian suka, bacalah firman Allah (yang artinya):
“Sesungguhnya Allah tidak menzalimi seseorang meskipun sebesar zarah, dan jika ada kebajikan sebesar zarah, nescaya Allah akan melipat gandakannya dan memberikan dari sisiNya pahala yang besar,” (Surah An Nisaa’: 40) …
(HR. Bukhari dan Muslim, 8 – Status hadits sahih)
Sahabat yang dinyatakan dalam hadits ini ialah Muslim yang benar-benar beriman, yang bertakwa, yang menjauhkan diri daripada dosa, yang menunaikan dan menjaga solatnya, yang tidak lupa bersedekah, yang bertawakal kepada Allah dan yang mempunyai rasa takut dalam hatinya.
Merekalah sahabat yang mampu membantu di dunia dan di akhirat []
SUMBER: ISLAM ADALAH SUNNAH
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam


