JOIN GRUP WHATSAPP: Pusat Studi Islam

Uncategorized

Timbangan Keadilan Takkan Pernah Timpang

Siapa yang merenungkan mahakarya Allah Subhanahu Wa Ta’ala, niscaya akan melihat semuanya berada dalam keseimbangan.

Orang yang mengharap pahala senantiasa akan waspada. Oleh karenanya, janganlah seseorang selalu berkompromi dengan kemauan dirinya, karena yang demikian bisa saja melenyapkan pahala.

Dosa terburuk yang akan berujung pada siksaan maha berat ialah terus-menerus berbuat dosa. Sang pelaku lalu berpura-pura istighfar, berpura-pura shalat, dan memperbanyak ibadah. Ia mengira bahwa Quran itu berguna bagi dirinya.

BACA JUGA: Perbedaan Antara Ulama Dunia dan Ulama Akhirat

Orang yang paling tertipu ialah yang selalu melanggar apa yang Allah Subhanahu Wa Ta’ala benci, namun mereka selalu memohon kepada-Nya agar dikaruniai apa yang disukai dan dikehendaki. Orang yang lemah ialah orang yang mengikuti hawa nafsu, namun tetap mengharapkan ampunan dan kebaikan dari Allah.

Suatu hal yang harus terus dilakukan seseorang yang cerdas ialah senantiasa mengharapkan pahala yang Allah Subhanahu Wa Ta’ala sediakan.

Ibnu Sirin pernah berkata, “Suatu kali aku pernah menghina seseorang dengan mengatakan, ‘Hai orang yang bangkrut!’ 40 tahun kemudian malah aku yang bangkrut.”

Sama halnya dengan orang yang melakukan kebaikan atau berniat baik, pasti akan menerima pahala kebaikan itu meski mungkin sangat lambat datangnya.

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

قَالُوٓا۟ أَءِنَّكَ لَأَنتَ يُوسُفُ ۖ قَالَ أَنَا۠ يُوسُفُ وَهَٰذَآ أَخِى ۖ قَدْ مَنَّ ٱللَّهُ عَلَيْنَآ ۖ إِنَّهُۥ مَن يَتَّقِ وَيَصْبِرْ فَإِنَّ ٱللَّهَ لَا يُضِيعُ أَجْرَ ٱلْمُحْسِنِينَ

Mereka berkata: “Apakah kamu ini benar-benar Yusuf?”. Yusuf menjawab: “Akulah Yusuf dan ini saudaraku. Sesungguhnya Allah telah melimpahkan karunia-Nya kepada kami”. Sesungguhnya barang siapa yang bertakwa dan bersabar, maka sesungguhnya Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat baik.” (QS Yusuf Ayat 90)

BACA JUGA: Ikhlas karena Allah

Rasulullah ﷺ bersabda: “Barang siapa yang menundukkan pandangannya dari keelokan seorang wanita, Allah akan mengganjarnya dengan limpahan iman yang terasa begitu manis di dalam hatinya.”

Orang yang cerdas hendaknya mengetahui bahwa timbangan keadilan tiada pernah memihak. []

Referensi: Shaidul Khatir, Cara Manusia Cerdas Menang dalam Hidup, karya Imam Ibnu Al Jauzi, Penerbit Maghfirah Pustaka, Cetakan Juni 2022

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam

Related posts
Uncategorized

Orang-Orang yang Masuk Surga tanpa Hisab

Uncategorized

Larangan Dengki

Uncategorized

Tangis di Abwa

Uncategorized

Mengabaikan Ucapan Buruk Orang Lain kepadamu

Leave a Reply