Asy Syaikh Abdul Muhsin Al Abbâd hafidzahullahu Ta’ala berkata:
الإنسان قد يموت وتبقى آثار يده بالكتابة، من كونه يكتب سوءاً، ويكتب أموراً منكرة، ويكتب ضلالاً، ويحرر بيده أمراً باطلاً، ثم يبقى ذلك الكتاب فيتضرر منه الناس، فهذا يكون من ضرر اليد، ويمكن أن يكون الضرر في حياته بالضرب وبالبطش وغير ذلك، ويمكن أن يكون بالكتابة، ثم تبقى الكتابة بعده، ويتضرر الناس بما خطته يداه.
“Seorang insan bisa saja telah meninggal dunia, namun buah dari tulisan tangannya akan senantiasa kekal. Entah yang ditulisnya kejelekan, atau kemungkaran, atau kesesatan.
Ia mengarang sebuah karya tulis yang berisi kebatilan, kemudian karya tersebut tersebar dan memberi dampak buruk bagi banyak manusia. Maka ini salah satu contoh mudharat yang ditimbulkan oleh tangan.
BACA JUGA: Tanggung Jawab Pendidikan Itu Ada pada Orangtua
Sehingga mudharat yang dihasilkan tangan bisa ia peroleh tatkala masih hidup berupa pukulan, kelaliman dst. Dan juga bisa berupa tulisan tangan¹ yang langgeng keberadaannya sepeninggal si penulis, dimana goresan tangannya mengakibatkan kerugian bagi banyak orang.”
Allah Ta’ala memberikan kepada kita udara untuk bernafas, anggota tubuh untuk bergerak, akal untuk berpikir, ini semua kenikmatan yang harus disyukuri, dengan cara menggunakannya untuk beribadah kepada Allah Ta’ala semata, dan beraktifitas keduniawiaan yang bermanfaat dan juga bernilai ibadah. Jadikan hidup ini seluruhnya bernilai ibadah, Hayatuna kulluha ibadatun. Sebab semuanya dari Allah, kepada-Nya lah nanti akan kembali, dan juga akan dimintai pertanggungjawaban.
Nafas kita, lisan kita, mata, kaki, tangan, tingkah laku, semuanya akan dimintai pertanggung jawaban. Allah tidak membiarkannya begitu saja untuk kita. Apa yang ada pada diri ini selama ini adalah sesungguhnya amanah dari-Nya, dan setiap amanah pasti akan diminta kembali sekaligus dimintai pertanggungjawabannya.
“Apakah manusia mengira, bahwa ia akan dibiarkan begitu saja (tanpa pertanggung jawaban)?” (QS. Qiyamah: 36)
Hendaknya kita berhati-hati dalam berucap dan berbuat, karena semua pasti akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah Ta’ala di akhirat.
BACA JUGA: Didiklah Anak Sejak Dini dengan Tanggung Jawab
“Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungjawabannya.” (QS. Al Isra’: 36)
Dan balasan yang disediakan oleh Allah Ta’ala di akhirat kelak sesuai dengan amalnya di dunia. Perhatikanlah firman Allah Ta’ala,
“Bagi orang-orang yang memenuhi seruan Tuhannya, (disediakan) pembalasan yang baik. Dan orang-orang yang tak memenuhi seruan Tuhan, sekiranya mereka mempunyai semua (kekayaan) yang ada di bumi dan (ditambah) sebanyak isi bumi itu lagi besertanya, niscaya mereka akan menebus dirinya dengan kekayaan itu. Orang-orang itu disediakan baginya hisab yang buruk dan tempat kediaman mereka ialah Jahanam dan itulah seburuk-buruk tempat kediaman.” (QS. Ar-Ra’du:18) []
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam


