JOIN GRUP WHATSAPP: Pusat Studi Islam

Uncategorized

Ujian, Nikmat ataukah Musibah?

Banyak manusia yang lebih suka jika ia diuji dengan nikmat dari pada ia diuji dengan musibah.

Bahkan ia menyangka jika mendapat nikmat itu tanda kemuliaan, dan sebaliknya jika mendapat musibah itu tanda kehinaan.

Maka perlu diluruskan pemahaman ini,

Sebab nikmat dan musibah sejatinya dua-duanya adalah ujian dari Allah ﷻ atas manusia, yang mana apakah ia nanti menjadi seorang hamba yang bersyukur dengan nikmatnya dan apakah ia tetap bersabar dengan musibahnya.

BACA JUGA: Ketika Tertimpa Musibah

Dengan demikian ini bermakna, bahwa nikmat itu tidak semesti baik jika ia menjadi orang yang lalai dan kufur.

Dan sebaliknya, musibah tidak semesti buruk jika ia menjadi orang yang tetap bersabar.

Kerana itu Allah ﷻ berfirman:

وَعَسَىٰٓ أَن تَكۡرَهُواْ شَيۡ‍ٔٗا وَهُوَ خَيۡرٞ لَّكُمۡۖ وَعَسَىٰٓ أَن تُحِبُّواْ شَيۡ‍ٔٗا وَهُوَ شَرّٞ لَّكُمۡۚ وَٱللَّهُ يَعۡلَمُ وَأَنتُمۡ لَا تَعۡلَمُونَ.

“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal ia buruk bagimu. Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.” [Qs. Al-Baqarah:216]

Karena itu seorang muslim hendaknya senantiasa ingat bahwa sesuatu yang terjadi tidak ia sukai atau ia sukai, ia harus tetap bersyukur dan bersabar, karena Allah Maha Mengetahui yang terbaik baginya.

Dan inilah sifat seorang mukmin yaitu antara syukur dan sabar, apabila ia mendapat nikmat ia bersyukur dan apabila ditimpa musibah ia bersabar. Karena semua keadaan itu baik baginya

Sebab itu kita tidak usah terlalu berbangga diri jika mendapat nikmat dan tidak usah terlalu berkecil hati jika ditimpa musibah.

Ini karena kita tidak pernah tahu yang mana sebenarnya baik untuk kita; mendapat nikmat atau mendapat musibah.

BACA JUGA: Allah Turunkan UJian pada Orang yang Dicintai-Nya

Umar bin Khathab rodhiyallahu ‘anhu berkata:

مَا أُبَالِي عَلَى أَيِّ حَالٍ أَصْبَحْتُ عَلَى مَا أُحِبُّ أَوْ عَلَى مَا أَكْرَهُ ، لأَنِّي لا أَدْرِي الْخَيْرُ فِيمَا أُحِبُّ أَوْ فِيمَا أَكْرَهُ

“Aku tidak peduli keadaan apapun yang kualami, apakah yang ku senangi ataukah yang ku benci, karena aku tidak pernah tahu apakah kebaikan ada pada yang ku senangi ataukah yang ku benci.” (Az Zuhud karya Ibnul Mubarak, hlm: 143)

Semoga kedepan kita menjadi seorang hamba yang senantiasa bersyukur dan bersabar, Allah Maha Mengetahui yang terbaik untuk kita, hanya kepada Allah kita berserah diri dan hanya kepada Allah kita memohon kekuatan dan petunjuk.

Barakallahu fiikum. []

✍️ Habibie Quotes, 19/08/22

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam

Related posts
Uncategorized

Orang-Orang yang Masuk Surga tanpa Hisab

Uncategorized

Larangan Dengki

Uncategorized

Tangis di Abwa

Uncategorized

Mengabaikan Ucapan Buruk Orang Lain kepadamu

Leave a Reply